Mojokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyalurkan bantuan sosial kepada 146 warga terdampak longsor di Balai Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Mojokerto.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di Kabupaten Mojokerto, Minggu, mengatakan bantuan yang diterima oleh warga terdampak dari Desa Dilem dan Desa Kalikatir Kecamatan Gondang berupa beras, perlengkapan sanitasi (hygiene kit), dan kebutuhan anak-anak serta balita.
"Kami memberikan bantuan berupa beras, hygiene kit, serta kebutuhan anak-anak, untuk warga masyarakat Dilem dan Kalikatir yang terdampak banjir dan longsor tersebut. Totalnya yang di (desa) Dilem ada 103 kepala keluarga dan Kalikatir 43 kepala keluarga. Semoga bantuan ini dapat membantu untuk meringankan beban yang terdampak," ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat supaya selalu siaga dan waspada akan bahaya yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem terutama di masa perubahan musim seperti sekarang ini.
"Kami imbau semua untuk tetap berhati-hati, kondisi cuaca yang saat ini tidak bisa diprediksi, tetap waspada, berhati-hati, tidak usah panik. Pemkab Mojokerto akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto," katanya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan longsor yang terjadi telah menimbun tandon dan pipa-pipa air yang tersambung di rumah warga.
"Pada tanggal 21 Maret 2026 malam, di wilayah Tahura Raden Soerjo dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama, sehingga menyebabkan banjir bandang yang merusak tandon air dan pipa yang menjadi sumber air bersih dari Desa Dilem dan Desa Kalikatir," ujarnya.
Rinaldi menambahkan, pascatragedi bencana longsor tersebut jajaran OPD Kabupaten Mojokerto terkait seperti DPRKPP, DPUPR, serta PMI turut melaksanakan kegiatan pascabencana.
Ada tiga langkah kegiatan yaitu, asesmen atau pengamatan secara mendalam untuk menentukan langkah efektif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, penyediaan dan distribusi air bersih, hingga rencana kolaborasi bersama Pemprov Jawa Timur untuk perbaikan tandon air.
"Pemkab Mojokerto melakukan kolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur dalam penanganan perbaikan tandon secara darurat dan pipanisasi yang nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR melalui anggaran BTT (belanja tidak terduga)," ujarnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026