Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto bersikap tegas dalam memerangi penyalahgunaan narkoba salah satunya tidak akan mentoleransi anggota keluarga penerima bantuan sosial yang terlibat narkoba.
"Karena jika terbukti, seluruh bantuan dari pemerintah akan dicabut," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di sela kegiatan sosialisasi Bersinar (Bersih Narkoba) Kelurahan Pulorejo, Kota Mojokerto, Jumat.
Ia mengemukakan, jika masyarakat ingin tetap mendapatkan fasilitas dari pemerintah jangan sampai ada anggota keluarga yang menggunakan narkoba.
"Kalau ditemukan, semua jenis bantuan akan kita cabut," katanya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kota Mojokerto dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin meluas dan masif serta menyasar kalangan remaja.
Wali Kota, yang akrab disapa Ning Ita tersebut juga menekankan pentingnya peran keluarga terutama ibu dalam menjaga dan mengawasi anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba karena keluarga merupakan benteng pertama dalam pencegahan.
"Kalau setiap keluarga bisa menjaga anggotanya, maka lingkungan akan aman. Dari kelurahan, kecamatan, hingga kota akan terlindungi dari bahaya narkoba," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemkot menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto untuk memberikan pemahaman lebih lanjut kepada masyarakat, mulai dari jenis-jenis narkoba hingga tanda-tanda penyalahgunaan.
"Warga juga didorong untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar," katanya.
Tak hanya itu, kata dia, kebijakan tegas berupa pencabutan bantuan diharapkan dapat menimbulkan efek jera sekaligus meningkatkan kepedulian orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.
"Ini bukan semata-mata sanksi, tapi upaya kita bersama untuk melindungi generasi penerus bangsa. Kita tidak ingin masa depan kota ini rusak karena narkoba," ujarnya.
Ia juga berpesan supaya warga masyarakat bersama-sama dalam menyukseskan bersih narkoba yang ada di lingkungan masing-masing supaya generasi muda di Kota Mojokerto bisa lebih maju.
"Jangan sampai generasi muda di Kota Mojokerto rusak karena pengaruh penyalahgunaan narkoba," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026