Gresik - Ratusan warga Kabupaten Gresik, menyambut datangannya Bulan Ramadhan dengan melakukan "Pawai Ta'aruf" yang dipusatkan di Alun-alun setempat, Rabu sore. Pawai yang melibatkan ratusan peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, SMA serta masyarakat umum itu, dilakukan dengan mengelilingi sejumlah jalan trotoar, seperti Jalan Jaksa Agung, Pahlawan serta Usman Sadar. "Pawai ini merupakan upaya memperkuat kerukunan warga, sehingga ada nuansa persaudaraan, meski nanti dalam penentuan awal puasa ada yang berbeda," kata Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim yang membuka kegiatan itu. Ia meminta kepada masyarakat Gresik agar tetap menghargai adanya perbedaan dalam penentuan Ramadhan, sehingga kerukunan warga tetap terjalin dan suasana Kabupaten Gresik tetap kondusif. Ketua Pelaksana "Pawai Ta'aruf", Dwi Indrawati mengatakan, kegiatan pawai itu merupakan agenda budaya tahunan dari Pemkab Gresik dan dilombakan. "Puluhan peserta itu akan merebutkan 10 piala bergilir, serta uang pembinaan sebesar satu juta dari Pemkab Gresik," katanya. Dalam pawai itu, peserta diberikan kebebasan menggunakan kostum dan mengkreasi barisan serta kekompakan tim, asal sesuai dengan dengan nilai-nilai Ramadhan. Sementara dalam pawai itu, salah satu peserta juga menyebarkan brosur yang berisi ajakan untuk berpuasa dengan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. "Pawai Ta'aruf ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus keprihatinan terkait maraknya tindakan asusila dan tak bermoral yang mewarnai kehidupan sosial kita dewasa ini, sehingga kita berharap dengan pembagian brosur akan turut menyadarkan masyarakat," kata salah satu peserta, Muhammad Ridho. Dalam kegiatan itu, Muhammad Qosim didampingi Kepala Kementerian Agama Gresik, Haris Hasanuddin serta Dandim 0817 Gresik, Letkol Arhanut Eko Wibowo Kusrianto.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026