Banyuwangi (ANTARA) - Pawai lampion yang diikuti seribuan siswa gugus Pramuka tingkat SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menghiasi suasana malam di kawasan perkotaan Banyuwangi dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 pada Kamis (13/8) malam.

Berbagai kearifan lokal ditampilkan, mulai dari bentuk wayang, Barong Osing, ada pula penari Gandrung, instrumen Angklung Caruk, serta pertunjukan tari tradisional. Tak ketinggalan simbol tradisi masyarakat, seperti Petik Laut turut memeriahkan barisan, unsur kebudayaan kebo-keboan hingga Puter Kayun dan budaya Banyuwangi.

"Pawai lampion tahun ini memiliki konsep berbeda, karena memadukan kekayaan budaya Banyuwangi dengan edukasi literasi keuangan," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Sabtu.

Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama pelajar, mengenai pentingnya menabung melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar.

"Terima kasih OJK Jember yang sudah berkolaborasi, mudah-mudahan semakin banyak anak-anak kita yang meningkat literasinya terkait keuangan," kata Bupati Ipuk.

Bupati juga berharap kebiasaan menabung dapat membentuk keluarga yang lebih siap menghadapi kebutuhan tidak terduga, serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar semakin cerdas mengelola keuangan di tengah perkembangan layanan digital, termasuk mewaspadai pinjaman dan investasi ilegal.

"Lampion telah menerangi Banyuwangi, saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung," ujar Bupati Ipuk.

Pawai lampion yang mengusung tema keragaman budaya Banyuwangi dan dibawakan ribuan peserta dari gugus pramuka tingkat SD hingga SMA se-Banyuwangi.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026