Bojonegoro - Tim Persibo Bojonegoro memastikan lolos ke babak semifinal turnamen Piala Indonesia 2012 setelah pada pertandingan kedua mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, Rabu.
Sebiji gol yang dicetak Wahyu Teguh di menit ke-42 sudah cukup bagi Persibo untuk menembus babak empat besar, karena pada pertemuan pertama di kandang Arema FC pekan lalu, bermain imbang 0-0.
"Tim kami sebenarnya juga memiliki sejumlah peluang, tapi gagal membuahkan hasil," kata Pelatih Arema FC Dejan Antonic usai pertandingan.
Meski kalah, Dejan tetap memuji penampilan kedua kesebelasan sama-sama bermain bagus dan saling menyerang.
"Ya begitulah sepak bola, soal kalah tidak masalah. Kita akan coba tampil lebih bagus lagi dalam pertandingan lainnya," tambahnya.
Pada babak pertama, Samsul Arif dengan kawan-kawannya harus berjuang keras menghadapi gempuran pemain Arema FC yang tampil menekan.
Namun, sejumlah peluang yang dimiliki Arema FC, selalu berhasil dikandaskan pemain Persibo, hingga akhirnya serangan balik yang dilancarkan Persibo berhasil membuahkan gol lewat tendangan Wahyu Teguh yang menaklukkan penjaga gawang Dennis Romanovs.
Memasuki babak kedua, Arema yang sudah Ketinggalan 0-1, tidak menyurutkan serangan, tetapi usaha anak asuh Dejan Antonic selalu kandas.
Tuan rumah memiliki sedikitnya dua kesempatan mencetak gol melalui Samsul Arif dan Jairon Feliciano yang masih mampu diantisipasi Dennis Romanovs.
"Kedua tim sama-sama memiliki peluang, tapi Persibo lebih dulu memasukkan gol," kata Pelatih Persibo Paulo Camargo didampingi asistennya Wenderley Junior.
Ia mengatakan, dalam laga itu, baik fisik maupun mental anak asuhnya tidak terganggu, walaupun belum menerima gaji dan bonus selama dua bulan.
"Kalau anak-anak tadi berlutut sebelum bertanding, itu merupakan bentuk protes karena mereka belum menerima gaji dan bonus," ujarnya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.