Kabul (ANTARA/AFP) - Intelijen Afghanistan hari Rabu menuduh mata-mata Pakistan terlibat dalam peracunan siswi sekolah di wilayah utara negara itu. Sedikitnya 15 tersangka ditangkap dalam kaitan dengan kasus penyakit misterius itu, yang biasanya mengakibatkan korban tidak sadarkan diri. Peracunan itu menimpa puluhan anak sekolah di provinsi Takhar hampir setiap hari selama dua pekan terakhir. "Badan intelijen, ISI, mendalangi serangan itu. Mereka berusaha menyabotase Konferensi Shanghai dan keberhasilan pendidikan Afghanistan," kata juru bicara Direktorat Keamanan Nasional Lutfullah Mashal. Badan Intelijen Pakistan ISI dikecam kalangan luas di Afghanistan dengan tuduhan mengobarkan pemberontakan Taliban karena hubungan historis mereka dengan milisi garis keras itu, yang berkuasa di Afghanistan dari 1996 hingga 2001. Baik Afghanistan maupun Pakistan menghadiri pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai pekan ini di Beijing sebagai pengamat. Seorang guru dan tiga siswi termasuk diantara 15 orang yang ditangkap dalam kasus itu, dan mereka semua mengakui terlibat dalam peracunan tersebut, kata Mashal. ISI membantah tuduhan Afghanistan itu sebagai "konyol dan tidak masuk akal".(*)
Berita Terkait
India, Afghanistan bantah terlibat pengeboman masjid di Pakistan
7 Februari 2026 15:00
Hujan dan salju lebat tewaskan 61 orang di Afghanistan
25 Januari 2026 16:15
AS pertimbangkan perluasan 'travel ban' ke lebih dari 30 negara
5 Desember 2025 13:57
Gempa M6,3 guncang Afghanistan, tujuh orang tewas
3 November 2025 11:09
Saudi sambut baik gencatan senjata Pakistan-Afghanistan
20 Oktober 2025 09:59
Qatar: Pakistan, Afghanistan sepakati gencatan senjata
19 Oktober 2025 16:45
Pakistan serukan dialog usai bentrok dengan Afghanistan di perbatasan
13 Oktober 2025 13:32
Gempa M6 guncang Afghanistan, lebih dari 250 orang tewas
1 September 2025 12:19
