Kediri - Panitia lomba gerak jalan dalam rangka napak tilas perang gerilya pimpinan Panglima Besar Jenderal Sudirman di Kediri, Jawa Timur, memangkas panjang rute dari semula 45 kilometer menjadi 25 kilometer karena musim hujan. "Saat ini cuaca sering hujan, dan di daerah Loceret, Nganjuk, yang menjadi finish lomba sering longsor," kata panitia acara Afif Permana di Kediri, Kamis. Ia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi tentang rencana pemotongan jalur tersebut dengan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Mereka juga memaklumi, mengingat di Kecamatan Loceret, adalah daerah yang sering longsor. Terlebih lagi, pada Februari 2011 ini, terjadi longsor, yang juga menimpa lokasi wisata Roro Kuning di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Nganjuk. Bahkan, ada 20 kepala keluarga (KK) yang terpaksa dievakuasi, dengan kejadian tersebut. Untuk lomba tahun ini, Afif mengatakan finish hanya akan sampai di Desa Goliman, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Jarak antara lokasi dimulainya lomba, yaitu taman makan pahlawan (TMP) sampai finish hanya sekitar 25 kilometer. Kegiatan itu, kata dia, akan dilaksanakan pada Sabtu (12/11) mendatang. Hingga kini, sudah lebih dari 100 kelompok yang mendaftarkan diri dengan berbagai kalangan dan usia. "Kalau secara orang, lebih dari 1.000. Mereka dari berbagai usia dan daerah, ada di bawah 40 tahun ada di atas 40 tahun baik laki-laki maupun perempuan," ucapnya. Untuk pendaftaran, lanjut dia, panitia memang mengenakan biaya, yaitu untuk kelompok dikenakan biaya Rp25.000 sementara pribadi atau perorangan Rp10.000. Ia mengingatkan, kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk materi semata, walaupun dari panitia sudah menyediakan hadiah untuk para pemenang baik kategori kelompok maupun individu. Pihaknya berharap, kegiatan ini menjadi semangat tersendiri, demi mengingat sejarah perjuangan salah seorang pahlawan Indonesia, Panglima Besar Jenderal Sudirman. Walaupun beliau sakit, masih mampu memimpin para pejuang lainnya melawan penjajah dengan menggunakan tandu. Afif juga menjamin, lokasi yang dilewati dalam kegiatan ini juga aman. Jalur di areal Gunung Wilis (2552 mdpl) sudah ditelusuri sebelumnya, dan dipastikan dijauhkan dari titik-titik longsor. Selain itu, panitia juga sudah menyediakan tim dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, termasuk menyediakan obat-obatan. Jika ada yang terluka saat perjalanan melewati rute jalur yang digunakan Panglima Besar Jenderal Sudirman untuk berjuang, pantia segera tanggap dan mengobatinya.
Berita Terkait
Awal libur panjang Imlek, KAI Daop 8 Surabaya layani 42.668 pelanggan
14 Februari 2026 20:13
Morazen Surabaya dorong lifestyle destinasi lewat Saturday Run
9 Februari 2026 19:34
Ratusan pesepeda ikuti Mainsepeda EJJ 2026 jelajahi Jawa Timur
2 Februari 2026 13:52
Forum masyarakat usulkan penambahan armada kapal rute Jangkar-Lembar
2 Februari 2026 06:25
Pemkot Malang susun skema integrasi kawasan bentuk rute pariwisata
29 Januari 2026 20:02
Puluhan rute Transjakarta terdampak banjir
29 Januari 2026 09:03
Akibat cuaca buruk, keberangkatan kapal feri rute Situbondo-Madura tertunda lagi
21 Januari 2026 04:37
Indonesia AirAsia perluas rute domestik pada tahun 2026
19 Januari 2026 14:42
