"Hampir semua wisatawan asing yang datang ke Pattaya melihat pertunjukan Cabaret Show. Rugi jika tidak melihatnya," kata salah seorang pemandu wisata asal Thailand, Monica.
Menurut Monica, hampir setiap malam, pertunjukkan "Cabaret Show" selalu ramai dipadati
penonton. Bahkan terlihat lobi di lantai atas maupun bawah penuh sesak oleh penonton, terutama wisatawan asing.
Ada tiga kali pertunjukan mulai jam 18.30, dan 20.00 serta 21.30 waktu Thailand. Tiketnya dijual seharga 600 baht atau se-kitar Rp180.000 (kurs 1 baht = Rp300). Tetapi untuk kursi VIP, tiket dijual seharga 700 baht.
Pertunjukan tari dan nyanyi para waria mereka sangat bagus dan menguasai panggung. Semuanya cantik, sexy, berkulit mulus dan suaranya juga lembut. Ada juga episode lucu seperti waria gendut dan waria dengan dua tampilan, pria dan wanita seperti yang diperankan Brandon Indonesia Mencari Bakat.
Lagu yang dibawakan pun aneka, ada Cindai-nya Iyet Bustami, ada lagu China, lagu Vietnam, lagu Barat, ada juga bergaya mirip Lady Gaga. Panggung diseting sesuai dengan lagu, misalnya lagunya asal Jepang, maka nuansa atau tema panggungnya ala Jepang.
Selepas pertunjukan, para "lady boy" menjalin interaksi dengan penonton di luar gedung. Tentu lengkap dengan kostum seksinya dan kita mendapat kesempatan untuk foto bareng dengan membayar 40 bath atau Rp12.000 saja.
"Come here guys! Just 40 bath take a picture," ajak banci-banci itu ke penonton yang baru keluar.
Banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk foto bersama atau sekadar melihat dari dekat seberapa mulus dan seksinya para waria Thailand ini. Foto mesra dengan waria banyak dilakukan oleh penonton.
Jika di Indonesia banci merupakan penyakit sosial maka di Thailand justru menjadi komoditas industri hiburan yang memberi kontribusi bagi pendapatan asli daerah, bahkan pendapatan negara.
Selain "cabaret show", ada tiga pertunjukan untuk orang dewasa atau "sex show" yang juga diminati wisatawan asing yakni "Spiderman Show", "Tiger Show" dan "Supermodel Show". Dalam pertunjukan tersebut diperlihatkan aksi akrobat dan tari-tarian dari cewek, cowok dan waria yang berpakaian bugil hingga hubungan badan.
Monica mengatakan sebetulnya tiga pertunjukan untuk orang dewasa tersebut telah dilarang pemerintah setempat. Hanya saja, setelah dihilangkan jumlah wisatawan yang datang ke Pattaya menurun, sehingga akhirnya dibuka lagi.
"Tapi pemerintah membuat aturan dengan melarang warga penduduk asli atau lokal untuk melihat pertunjukan itu. Pertunjukan itu hanya diberlakukan bagi wisatwan asing," ujarnya.
Pengelola juga punya cara jitu menjaga agar segala bentuk rekaman gambar tidak beredar luas. Jika beredar, pengelola khawatir pertunjukannya akan kehilangan peminat dan tidak lagi membuat pengunjung penasaran. Adapun yang kedapatan mengambil gambar, akan dikenai denda 20.000 baht atau Rp6 juta.
"Semua yang mau masuk, harus menitipkan ponsel dan alat elektronik lainnya di pintu masuk," ujarnya.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.