Madiun - Dana pembangunan Pasar Caruban di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang terbakar pada tahun 2006, mencapai Rp67,42 miliar yang bersumber dari APDB pemerintah daerah setempat.
"Pembangunannya baru sekitar 1 persen. Sesuai keputusan tender, proyek pembangunan Pasar Caruban dimenangkan oleh PT Idee Murni Pratama dari Jakarta dengan nilai kontrak Rp67.420.081.000," ujar Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Kabupaten Madiun, Gunawi, Sabtu.
Menurut dia, sesuai nota kesepakatan antara pihak eksekutif dan legislatif Kabupaten Madiun, dana pembangunan Pasar Caruban tersebut dianggarkan bertahap. Untuk tahun 2011, anggaran tersedia Rp31 miliar, tahun 2012 dianggarkan Rp25 miliar, dan sisanya tahun 2013 dianggarkan Rp14 miliar.
"Total keseluruhan rencana anggaran Rp70 miliar, jumlah ini lebih banyak dibandingkan nilai kontraknya Rp67 miliar lebih. Rencananya sisa anggaran tersebut nantinya bisa dikembalikan ke kas daerah atau sebagai biaya penyesuaian," terang Gunawi.
Ia menjelaskan, masa pelaksanaan proyek ini mencapai 720 hari, mulai tanggal 9 September 2011 hingga 29 Agustus 2013. Berdasarkan "detail engineering design" (DED), pasar tradisonal tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare yang terletak di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
"Lokasi ini berbeda dengan lokasi Pasar Caruban lama yang telah terbakar. Pada lokasi lama tersebut, saat ini masih berdiri pasar penampungan atau darurat pascakebakaran tahun 2006," kata Gunawi.
Untuk tahap awal, sejauh ini rekanan telah menggarap pematangan lahan, pembuatan dinding penahan, pagar keliling, hingga struktur bangunan pasar. Pembangunan tahap awal ini, diprediksi mampu selesai dalam waktu 11 bulan.
Sementara, berdasarkan situs pengadaan barang dan jasa Pemkab Madiun, PT Idee Murni Pratama ditetapkan sebagai pemenang tender sejak 15 Agustus 2011. Perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta ini mengalahkan 10 calon rekanan lain yang ikut dalam tender proyek pembangunan Pasar Caruban.
Pasar Caruban terbakar pada akhir tahun 2006. Setelah melalui berbagai pembahasan dan sempat tertunda hingga lima tahun, kini Pasar Caruban mulai dibangun kembali oleh pemerintah daerah setempat.
Lokasi pembangunan Pasar Caruban yang baru ini lebih luas dibandingkan pasar yang lama yang terbakar. Sedangkan, pada lokasi Pasar Caruban lama yang terbakar selama ini digunakan sebagai pasar penampungan atau darurat yang memiliki luas sekitar 0,8 hektare.
Pasar Caruban memiliki paguyuban para pedagang yang beranggotakan sekitar 1.036 orang. Para pedagang ini menempati sekitar 150 buah kios dan sisanya adalah los.
"Kami berharap agar pembangunan Pasar Caruban segera dilakukan. Pembagunan pasar yang tertunda selama bertahun-tahun memberatkan kami," kata Kepala Paguyuban Pedagang Pasar Caruban, Hari M Suroso.
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026