Lumajang - Sebanyak 176 pendaki berencana menggelar upacara peringatan HUT ke-66 Republik Indonesia di jalur pendakian Gunung Semeru yakni Pos Kalimati atau Ranu Kumbolo pada 17 Agustus 2011.
Kepala Bidang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Wilayah II Lumajang, Anggoro Dwi Sujiharto, Selasa, mengatakan sebanyak 176 pendaki sudah meminta izin untuk melakukan pendakian sekaligus menggelar upacara Agustusan.
"Tahun ini, pendaki tidak boleh menggelar upacara di puncak Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) karena berbahaya, sehingga upacara hanya boleh dilakukan di Pos Kalimati atau Ranu Kumbolo saja," tuturnya saat dihubungi ANTARA per telepon.
Menurut dia, pihaknya menerima surat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung tertanggal 9 Agustus 2011 yang berisi pendaki tidak boleh naik ke puncak Semeru (Mahameru).
"Kami harus mematuhi rekomendasi PVMBG itu, sehingga pendaki tidak boleh naik ke puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu untuk melakukan upacara Agustusan seperti tahun-tahun lalu," paparnya.
Larangan mendaki ke puncak Semeru, lanjut dia, menyebabkan jumlah pendaki yang menggelar upacara Agutusan tahun ini menurun dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 400 orang
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026