Jombang - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Jombang mengevakuasi korban kecelakaan tabrakan antara Kereta Api Rapih Dhoho dengan mobil di pintu perlintasan Jombang yang berakibat meninggalnya tiga orang penumpang mobil, Selasa.
Kasubag Humas Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yogas, Selasa, mengatakan, dalam evakuasi ini terdapat tiga orang yang meninggal dunia akibat terjepit kendaraan serta sempat terseret kereta api beberapa meter.
"Petugas dari unit kecelakaan lalu lintas Polres Jombang sudah meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi," katanya.
Ia mengemukakan, kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan Dusun Wonorejo, Desa Mojokambang, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.
"Perlntasan itu tidak berpalang pintu, sehingga kendaraan bisa dengan mudah lewat tanpa mengetahui adanya kereta api yang akan lewat," katanya.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kata dia, kejadian itu bermula saat mobil Avanza mencoba melewati perlintasan tersebut dan begitu tiba di tengah rel, mobil itu tiba-tiba mogok.
Dengan jarak yang sangat dekat, KA Rapih Dhoho dari arah Jombang kota melaju kencang dan tabrakan pun tidak terhindarkan.
"Untuk sementara identitas dan kronologi saksi-saksi lain masih menunggu anggota di lapangan. Korban juga masih dalam proses evakuasi," katanya.
Petugas kepolisian dibantu warga sempat kesulitan mengevakuasi tiga jenazah korban tewas setelah tertabrak kereta Rapih Dhoho jurusan Surabaya-Blitar.
Dari tiga jenazah saat dievakuasi, dua orang berada di depan dan satu orang di jok belakang dan ketiga korban mengalami luka cukup serius.
Saat ini KA Rapih Dhoho telah berangkat kembali menuju stasiun Kertosono untuk melanjutkan perjalanan ke Blitar dan Malang.
Sementara itu tiga jenazah telah dievakuasi menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang untuk dilakukan visum.
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.