Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur terus berupaya memperkuat mitigasi guna mencegah terjadinya kebakaran yang akhir-akhir ini sering terjadi di wilayah itu.
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto di Pamekasan, Selasa, mengatakan langkah itu dilakukan, karena saat musim kemarau seperti saat ini, sering terjadi kebakaran akibat cuaca panas.
"Berdasarkan hasil evaluasi BPBD dan tim pemadam kebakaran, kebakaran yang terjadi selama ini, akibat kurangnya kesadaran warga mencegah terjadinya kebakaran," kata Wabup.
Ia mencontohkan kebakaran hutan bambu yang terjadi di Kelurahan Gladak Anyar Pamekasan pada Selasa siang.
Bencana yang terjadi di dekat perkampungan padat penduduk itu, karena ada warga yang membakar sampah secara sembarangan di dekat hutan bambu.
Tiupan angin kencang, membuat kobaran api menjalar ke pohon bambu dan nyaris membakar rumah-rumah warga sekitar.
"Untung petugas pemadam kebakaran sigap, sehingga api bisa segera dikendalikan. Jika petugas lambat, kemungkinan kobaran api semakin meluas," ujar Wabup.
Karena itu, Pemkab Pamekasan perlu melakukan mitigasi agar masyarakat bisa melakukan pencegahan.
"Kami juga bekerja sama dengan TNI dari Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan untuk menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat tentang upaya mencegah terjadi kebakaran ini," kata Wabup Sukriyanto.
Sebelumnya, tim pemadam kebakaran Kabupaten Pamekasan merilis, musibah kebakaran yang terjadi di Pamekasan sejak Januari hingga Agustus 2026, terdata sebanyak 109 kejadian.
"Dari jumlah itu, sebanyak 44 kejadian kebakaran terjadi sepanjang Agustus 2026," kata Kasi Operasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pemkab Pamekasan Zainuddin.
Pewarta: Abd AzizEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.