Adanya "feeder" akan jadi lebih efektif kalau memang dijamin tarifnya murahSurabaya (ANTARA) - Pengamat Transportasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Dr. Ir. Machsus, ST., mengatakan feeder atau angkutan pengumpan yang bakal diluncurkan dalam waktu dekat mampu menjadi solusi memenuhi kebutuhan transportasi bagi masyarakat.
"Harusnya begitu (menjadi solusi persoalan transportasi), salah satu pertimbangan masyarakat di dalam kondisi harga BBM naik dan (kebutuhan) lainnya," kata Machsus kepada ANTARA, Selasa.
Machsus juga menyebut ketersediaan banyak opsi angkutan publik yang ditawarkan secara perlahan bisa menarik minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Namun, hal itu baru bisa terealisasi jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mampu menawarkan kemudahan, salah satunya menyangkut tarif angkutan.
Pemkot harus benar-benar menghitung tarif yang akan dipatok pada feeder atau angkutan pengumpan itu.
"Perhitungannya ongkos kendaraan jadi penting, itu harus dijamin. Artinya, naik kendaraan umum lebih murah jika dibandingkan masyarakat menggunakan kendaraan pribadi," ujarnya.
Ketika perbandingan tarif antara feeder dan biaya BBM untuk kendaraan pribadi sama, masyarakat dirasa tak akan melirik angkutan umum.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya harus memikirkan konsep tarif terintegrasi antara feeder dan angkutan lain, seperti "Suroboyo Bus".
"Adanya feeder akan jadi lebih efektif kalau memang dijamin tarifnya murah. Tarif murah dan terintegrasi," ucap Machsus.
Tak hanya tarif, Machsus mengatakan rute dan kenyamanan angkutan juga mempengaruhi ketertarikan masyarakat menggunakan feeder.
"Yang pasti pemerintah harus berorientasi kepada pelanggan, masyarakat. Menurut saya dari situ masyarakat akan berpindah," katanya.
Sekadar diketahui, Pemkot Surabaya berencana melakukan peluncuran feeder sebagai moda angkutan anyar pada minggu ini.
Angkutan umum terbaru itu bakal difungsikan untuk bisa menjangkau masyarakat di wilayah pemukiman penduduk, selanjutnya mereka bakal dibawa menuju halte transportasi publik yang lebih besar, seperti "Suroboyo Bus", Trans Semanggi Surabaya (TSS), maupun bus listrik.
Total ada 52 unit feeder yang dipersiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Kemudian, Pemkot Surabaya sudah menetapkan lima rute feeder, yakni Park and Ride Jalan Mayjend Sungkono ke Jalan Embong Wungu, Terminal Benowo ke Jalan Tunjungan, Jalan Penjaringan Sari ke Jalan Gunung Anyar, Puspa Raya ke Jalan HR Muhammad, dan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) ke Jalan Kedung Asem.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026