Bojonegoro - Jam belajar di semua lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bojonegoro dikurangi 10-15 menit/mata pelajaran, selama Ramadhan. "Teknis kegiatan belajar mengajar diserahkan ke sekolah masing-masing. Tapi, dari informasi yang kami terima hampir semua lembaga pendidikan mengurangi 10-15 menit setiap jam pelajaran," kata Kepala Bidang SMP, SMA dan SMK Dinas Pendidikan (Diknas) Bojonegoro Hanafi, Rabu. Dengan demikian, lanjutnya, selama Ramadhan, semua lembaga pendidikan akan menerapkan waktu pelajaran selama 30-35 menit setiap mata pelajaran, yang biasanya waktunya 45 menit. "Kalau ada yang tetap 45 menit, kami juga tidak melarang," ujarnya. Ia mengatakan, selama Ramadhan, lembaga pendidikan yang ada di wilayah itu juga diminta melaksanakan kegiatan pondok Ramadhan. Dalam pelaksanaannya, semua diserahkan lembaga sekolah masing-masing, waktunya menyesuaikan dengan jam pelajaran biasa. Yang penting, lanjutnya, selama Ramadhan, siswa masih tetap bisa menerima pelajaran, juga melaksanakan kegiatan ibadah puasa dengan baik. "Kam tidak mengekang kegiatan yang dilaksanakan dalam pondok Ramadhan, hanya garis besarnya saja," ujarnya. Menurut dia, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran yang berisi libur Ramadhan dan libur Hari Raya Idulfitri. Surat edaran untuk SD, dikirimkan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kecamatan untuk diteruskan ke masing-masing sekolah. Sedangkan SMP, SMA dan SMK, disampaikan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Di dalam surat edaran tertanggal 24 Juli tersebut berisi libur memasuki Ramadhan yaitu mulai 29 Juli-3 Agustus, sedangkan libur Hari Raya Idulfitri 24 Agustus-7 September. Namun, katanya, penentuan libur Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri tersebut, bisa berubah bergantung penentuan ketetapan 1 syawal. "Di dalam surat edaran yang kami sampaikan 1 syawal, tanggal 1 Agustus," jelasnya. Dengan begitu, lanjutnya, kalau ternyata Pemerintah menentukan 1 syawal, maju atau mundur, libur menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, juga akan ikut maju atau mundur.


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026