Surabaya (ANTARA) - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Khusnul Khotimah meyakinkan partai politik berlambang kepala banteng itu pro-perempuan.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya itu menunjuk pada hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) yang belum lama lalu menempatkan PDIP sebagai partai politik pilihan perempuan di Kota Surabaya dengan perolehan 44,4 persen.
Disusul PKB dengan perolehan 9,1 persen, Gerindra 8,7 persen, Demokrat 7,3 persen, Golkar 4,8 persen dan PKS 4,5 persen. Partai-partai lainnya hanya berada di kisaran 3 persen ke bawah.
Survei SSC tersebut berdasarkan riset selama 1 - 10 Januari 2023 di 31 Kecamatan wilayah Kota Surabaya dengan total 1.200 responden menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Khusnul menyebut angka 44,4 persen yang diraih PDIP dari hasil survei SSC itu sangat tinggi.
Terlebih, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, jumlah perempuan Surabaya mencapai 50,3 persen atau sebanyak 1.588.412 jiwa, sementara laki-laki 49,3 persen atau 1.568.984 jiwa.
"Hasil survei SSC membuktikan program-program PDIP langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh perempuan di Kota Surabaya," katanya saat dikonfirmasi, Selasa.
Khusnul, yang saat ini juga menjabat Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, menyebut PDIP telah banyak membuat kebijakan-kebijakan yang pro-perempuan.
"Saat ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, PDIP juga langsung sigap dan memberikan advokasi. Kekerasan fisik, verbal hingga seksual terhadap perempuan adalah musuh bersama kita," ujarnya, mencontohkan.
Menurutnya, berbagai program pro-perempuan akan terus diwujudkan.
"Bersama Pemkot Surabaya yang dipimpin kader PDI Perjuangan, yakni Eri Cahyadi dan Armuji, kami akan terus mengembangkan kaum perempuan-perempuan agar terus berdaya," ucap ujar legislator yang kini sedang berjuang mematangkan revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Perlindungan Anak di Kota Pahlawan ini.
PDIP, lanjut Khusnul, bersama Pemkot Surabaya, juga telah mengawal terwujudnya alokasi 40 persen APBD Surabaya yang jumlahnya lebih dari Rp11 triliun untuk belanja UMKM.
"Di UMKM-UMKM inilah terdapat kaum ibu yang kreatif dalam meningkatkan ekonomi keluarganya," katanya.
Khusnul berharap pada Pemilihan Umum 2024 jumlah pemilih perempuan terhadap PDIP semakin tinggi.
"Kalau perlu bisa mencapai lebih dari 50 persen. Saya juga akan senang jika angka keterwakilan perempuan yang duduk di parlemen semakin banyak, mudah-mudahan bisa mencapai 30 persen," ucapnya.
Pewarta: Hanif NashrullahEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026