Ketua KPU Gresik Akhmad Roni di Gresik, Senin, mengatakan proses sortir bertujuan meneliti kertas suara yang rusak dan diperkirakan memerlukan waktu hingga tiga hari.
"Sampai hari ini belum ditemukan kertas suara yang cacat maupun rusak. Kami prediksi kegiatan pelipatan ini sampai tiga hari ke depan," kata Roni, dikonfirmasi.
Roni menegaskan kegiatan pelipatan dilaksanakan dengan tetap mematuhi standar protokol kesehatan COVID-19.
Sementara itu, setelah dilakukan sortir dan pelipatan, kertas suara akan didistribusikan ke PPK, dan paling lambat dikirim pada awal Desember.
"Khusus Pulau Bawean akan dikoordinasikan kembali mengingat kapal pengangkut tidak setiap hari ada, karena kertas suara ini kan banyak yang akan dikirim," tutur-nya.
Roni menjelaskan jumlah total kertas suara diterima berdasarkan jumlah DPT plus 2 persen. Sedangkan DPT Kabupaten Gresik sendiri berjumlah 918.192 orang.
Pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik diikuti dua pasangan calon (paslon), yaitu pasangan nomor urut 1, Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) yang diusung dua parpol (PKB 13 kursi dan Gerindra 8 kursi).
Kemudian pasangan nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) yang diusung enam parpol (Partai Golkar dengan raihan 8 kursi, PDIP 6 kursi, NasDem 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PAN 3 kursi, dan PPP dengan 3 kursi).
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.