Hindari untuk sementara kerumunan massaSurabaya (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan meski kasus virus corona belum ditemukan di Kota Pahlawan, Jatim, namun instansi itu mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik, tapi tetap waspada, salah satunya dengan menghindari atau meminimalisasi daerah kerumunan massa.
"Hindari untuk sementara kerumunan massa," kata Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita saat menggelar jumpa pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat.
Salah satu kebijakan Pemerintah Kota Surabaya untuk meminimalisasi dari kerumunan massa adalah meniadakan sementara kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) yang digelar setiap Minggu pagi di beberapa titik Kota Surabaya guna mencegah penyebaran virus corona.
Selain itu, Febria menyebut bahwa menjaga kebiasaan cuci tangan menggunakan sabun adalah cara yang terpenting dalam mencegah penularan virus corona. Ketika seseorang mengalami batuk diharapkan agar menutup menggunakan tisu atau sapu tangan.
"Hindari menutup dengan menggunakan tangan, tapi yang terpenting adalah tetap menjaga stamina tubuh, istirahat yang cukup dan menghindari stres," katanya.
Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr. Soedarsono menjelaskan penularan virus corona bisa terjadi secara tidak langsung maupun langsung.
Contohnya, secara tidak langsung yakni ketika seseorang berbicara, maka secara tidak sengaja ia bisa mengeluarkan percikan air liur yang kemudian jatuh ke tempat sekitar.
"Dari air liur yang jatuh tersebut secara tidak sengaja kemudian bisa terpegang oleh orang di sekitar dan orang itu tanpa cuci tangan setelah menyentuhnya," kata dr. Soedarsono.
Sementara itu, penularan langsung bisa saja terjadi ketika seseorang berbicara dengan jarak dekat dan percikan air liurnya kemudian mengenai orang di sekitarnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengimbau agar meminimalisir interaksi di tengah kerumunan massa. "Nah, kita kan tidak tahu apakah di kerumunan massa itu ada yang sedang sakit atau tidak," katanya.
Kendati demikian, dr. Soedarsono juga berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Surabaya agar tak anik dan cemas terhadap virus corona. Meski Surabaya belum ditemukan kasus virus corona, namun masyarakat juga harus waspada, tapi tetap secara proporsional.
"Memang kenyataan yang selama ini di Surabaya negatif atau tidak ditemukan (virus corona)," katanya.
Pewarta: Abdul HakimEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026