32 WNI ilegal akan berhari raya di penjara Malaysia

id WNI ilegal , WNI, malaysia,Mahkamah Majistret Kota Tinggi Johor Bahru, TKI, TKI ilegal, TKI malasyia,Nur Hasana Minasih, Arumi Dewi Arifin,Salwa Chika Pratiwi Lubis, Rosinhan

32 WNI ilegal akan berhari raya di penjara Malaysia

WNI ilegal yang ditahan (Foto : Kosmo) (I)

Kesalahan terhadap pasal ini dikenakan denda tidak melebihi RM10,000 atau penjara selama tempo tidak melebihi lima tahun atau kedua-duanya.
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 32 pendatang asing tanpa izin (PATI) warga Indonesia atau WNI ilegal akan berhari raya di penjara setelah Mahkamah Majistret Kota Tinggi Johor Bahru menjatuhi hukuman penjara tiga bulan.

Sebagaimana dilansir Kosmo, Kamis, hakim Mazana menjatuhkan hukuman tersebut setelah mereka terdiri daripada 26 laki-laki dan enam wanita mengaku bersalah atas tuduhan memasuki Malaysia secara tidak resmi pertengahan Mei lalu.

Mereka terdiri dari Zainudin, 23; Mastah, 29; Makbul Jailani, 34; Marianto Ayub, 27; Jony Iskandar, 27; Umar, 41; Marsel, 37; Nasriato Maun, 25; Saat, 35; Nasrudin Linah, 36; Zakaria, 29 dan Harianto, 25. 

Kemudian Tamrin, 31; Novianus Mau, 22; Rofiliyanto, 25; Fendi, 30; Muhammad Amin, 46; Burhanudin, 25; Iswan Saputra, 25; Mahdam, 25; Lalu Muhamad Zaenudin, 41; Salim, 22; Muhamad Rusdi, 37; Edi, 19 dan Sahabudin, 29.

Selain itu Rosinhan, 22; Nur Hasana Minasih, 40; Sahni Rusnini, 45; Arumi Dewi Arifin, 34; Salwa Chika Pratiwi Lubis, 25; Ida Yusuf, 30 dan Siti Nawiyah Basri, 28 turut didakwa.

Mereka didakwa berada di dalam pesisir Pantai Tanjung Lompat Desaru untuk memasuki perairan Malaysia tanpa mengikuti jalur yang sah kira-kira pukul 20.10 malam, 15 Mei 2019 lalu.

Mereka didakwa sesuai Pasal 5(2) Akta Imigrasi 1959/63 dan bisa dihukum mengikuti Pasal 57 Akta Imigrasi 1959/63.

Kesalahan terhadap pasal ini dikenakan denda tidak melebihi RM10,000 atau penjara selama tempo tidak melebihi lima tahun atau kedua-duanya.

Pendakwaan disampaikan oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Syazana Abd Lajis, sedangkan semua tertuduh tidak diwakili pengacara.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar