Wali Kota Mojokerto takziah ke keluarga Linmas yang meninggal saat Pemilu

id Pemkot mojokerto, ning ita, linmas, meninggal saat pemilu

Wali Kota Mojokerto takziah ke keluarga Linmas yang meninggal saat Pemilu

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat bertakziah ke rumah Linmas yang meninggal saat Pemilu 2919. (Humas Pemkot Mojokerto)

Saya turut berduka cita atas meninggalnya bapak Isman, semoga beliau khusnul khotimah diterima Allah SWT segala amal ibadahnya dan keluarganya diberikan ketabahan
Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kamis bertakziah ke keluarga almarhum Isman (55), seorang anggota Linmas yang meninggal saat menjalankan tugas dalam pemungutan suara pada Pemilu 2019, Rabu (17/4).

Ning Ita bertakziah dan melepas keberangkatan jenazah Isman didampingi Lurah Surodinawan, Camat Prajuritkulon dan Kepala Satpol PP Kota Mojokerto.

Isman meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIB saat mengawal pengiriman surat suara dari TPS 3 menuju ke Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto.

Ning Ita, sapaannya,  menyampaikan bela sungkawanya atas kepergian Isman. Orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini juga berharap keluarga Isman tetap tabah dan mengihlaskan Isman kembali ke hadirat Ilahi.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya bapak Isman, semoga beliau khusnul khotimah diterima Allah SWT segala amal ibadahnya dan keluarganya diberikan ketabahan," kata Ning Ita.

Sementara itu, keponakan Isman, Syaifudin mengatakan, Isman memang mempunyai riwayat penyakit jantung dan sudah beberapa kali keluar rumah sakit. Bahkan sebelum menjalankan tugasnya untuk mengamankan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu sudah dalam posisi sakit.

"Tadi korban ikut mengantarkan surat suara dari TPS ke Kelurahan. Posisinya sudah masuk mobil dan tidur, sementara linmas yang satunya naik sepeda motor," ujarnya.

Setelah sampai di kantor kelurahan dan saat mobil dibuka, diketahui bahwa korban sudah pingsan dan langsung dibawa ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo.

"Tapi dalam perjalanan, korban sudah meninggal dunia," ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar