Kontes Koi Nasional Diharapkan Geliatkan Ekonomi Kota Madiun

id Kontes Koi Madiun,Kontes Koi,1 St Kota Karismatik Madiun Young Koi Show,Pemkot madiun,Diskominfo Kota Madiun,kota madiun,lomba koi,ikan koi

Kontes Koi Nasional Diharapkan Geliatkan Ekonomi Kota Madiun

Sejumlah juri sedang menilai ikan koi jenis Kohaku dalam Kontes ikan koi "1St Kota Karismatik Madiun Young Koi Show" yang bertaraf nasional di GOR Tenis Kota Madiun, Sabtu (23/2). Kontes yang digelar kerja sama komunitas koi dan Pemkot Madiun tersebut diikuti oleh 500 peserta dari sejumlah daerah se-Indonesia dan menampilkan sebanyak 1.200 ekor ikan koi berbagai jenis. (Antaranews Jatim/Louis Rika)

Saya sangat berharap kegiatan kontes ikan koi ini semakin menggiatkan perekonomian Kota Madiun, sehingga Kota Madiun semakin maju dan warganya sejahtera
madiun (ANTARA) -  Pemeritah Kota Madiun berharap kontes Young Koi Show tingkat nasional yang pertama kali digelar di Kota Madiun, Jawa Timur, semakin menggeliatkan perekonomian di wilayah setempat.
     
"Saya sangat berharap kegiatan kontes ikan koi ini semakin menggiatkan perekonomian Kota Madiun, sehingga Kota Madiun semakin maju dan warganya sejahtera," ujar Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto saat membuka kontes koi tingkat nasional bertajuk "1St Kota Karismatik Madiun Young Koi Show" di GOR Tenis Kota Madiun, Sabtu (23/2).

Ia sangat bangga dan mengapresiasi kontes yang digelar kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun dengan kominitas koi tersebut. Meski baru pertama kali digelar, namun tanggapan masyarakat terlebih para penghobi koi dari Madiun dan kota lainnya sangat luar biasa. 

Kegiatan digelar pada tanggal 23-24 Februari 2019, namun persiapannya, baik panitia maupun peserta dari luar kota sudah berlangsung hampir sepekan terakhir.

"Kita ketahui, Kota Madiun merupakan kota kecil. Meski demikian, beberapa tahun terakhir ini tumbuh pesat yang salah satunya ditunjang dengan sering menggelar even besar. Seperti kontes koi ini, meski baru pertama tapi tingkatnya nasional," kata dia.

Untuk itu, ia ingin agar kegiatan serupa bisa digelar lagi dan menjadi angenda tahunan. Sebab, imbasnya ke kegiatan perekonomian warga Kota Madiun sangat luar biasa.

"Tahun depan harus diadakan lagi. Bahkan tiap tahun untuk menjadi agenda tahunan," kata Rusdiyanto lebih lanjut.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri menyebut event bergengsi ini sekaligus wahana sosialisasi ketentuan cukai. Sosialisasi dirasa tepat mengingat banyaknya peserta dan pengunjung. Ketentuan cukai wajib disampaikan kepada masyarakat, apalagi, cukai merupakan pemasukan negara. Harapannya, masyarakat menaati peraturan cukai agar pemasukan kepada negara maksimal.

"Prinsipnya ketentuan cukai ini harus dikemas semenarik mungkin agar pesan di dalamnya tersampaikan kepada masyarakat secara maksimal. Acara seperti ini salah satu cara kami mengemas sosialisasi agar menarik," kata Subakri. 
Kontes Koi (Antaranews Jatim/Louis Rika) 

Ketua panitia kontes, Abid Nurol, mengatakan peserta yang ikut dalam kontes tersebut mencapai 500 orang lebih. Sedangkan ikan koi yang dilombakan mencapai lebih dari 1.200 ekor dengan berbagai jenis.

"Pesertanya luar biasa. Hampir seluruh penghobi ikan koi di Pulau Jawa mengikuti kontes," kata Abid Nurol.
     
Para penghobi ikan koi tersebut di antaranya berasal dari Jakarta, Bandung, Depok, Bogor, Sukabumi, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Tulungagung Blitar, Malang, dan Sidoarjo.
     
Menurut dia, terdapat lima kelas yang dilombakan, yakni kelas A untuk ikan Koi jenis Kohaku, Showa, dan Sanke. Kelas B untuk jenis Shiro, Coshiki, Ginrin A, Kujaku, dan Kawarimono A (berpola). 
     
Kemudian kelas C untuk jenis Koi Tancho, Goromo, Doitsu, Ginrin B, dan Hikarimoyo. Kelas D terdiri dari jenis Bekko, Hi/Ki Utsuri, Asagi, Shusui, Kumonryu, dan Hikari Utsuri. Dan kelas E terdiri dari jenis Kawarimono B (1 warna) dan Hikari Mujimono.
     
Setiap kelas, lanjut Abid, terbagi lagi menurut ukuran ikan. Mulai "up to" 10 sentimeter, ukuran 11-15 sentimeter, 16-20 sentimeter, dan seterusnya hingga ukuran 61-65 sentimeter. 
     
"Kategori young dibatasi maksimal panjang ikan hingga 65 sentimeter. Ukuran di atasnya sudah berbeda jenis lomba," katanya.
     
Untuk juri, tak tanggung-tanggung, panitia pada kontes ikan koi ini menghadirkan delapan juri ahli di bidangnya yang semuanya berasal dari luar Kota Madiun, di antaranya dari Jakarta, Blitar, dan Tulungagung.
     
Adapun hal yang dinilai dari kontes ikan koi tersebut adalah, struktur atau proposional badan koi, corak atau pola koi, kecerahan warna, ukuran, dan kualitas ikan koi secara menyeluruh.

Ia berharap, dengan adanya kontes seperti ini, dunia perkoian di Kota Madiun lebih semarak. Selain itu, para penghobi koi di Kota Madiun bisa mengenal lebih banyak tentang jenis ikan koi yang ada dan semakin bisa mengenalkan koi ke masyarakat.
     
Kontes koi yang digelar bekerja sama dengan Pemkot Madiun tersebut berlangsung pada tanggal 23-24 Februari dengan total hadiah mencapai Rp63 juta rupiah. (*/Adv)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar