Penjualan Semen Indonesia di Kalimantan Tumbuh 4 Persen

id semen indonesia,penjualan semen,produk semen indonesia,penjualan semen gresik

Penjualan Semen Indonesia di Kalimantan Tumbuh 4 Persen

Pgs Kepala Departemen Komunikasi PT Semen Indonesia Sigit Wahono (kanan) berbincang dengan Wahyu Ramli selaku distributor Semen Gresik wilayah Kalsel saat meninjau gurang penyimpanan semen di Banjarmasin, Rabu (12/12/2018). (Antarajatim/DK)

Banjarmasin (Antaranews Jatim) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan positif dalam penjualan semen di wilayah Kalimantan selama periode Januari-November 2018 dengan kenaikan sekitar 4 persen.

Penanggung Jawab Sementara Kepala Departemen Komunikasi PT Semen Indonesia Sigit Wahono kepada wartawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu, menjelaskan, total penjualan di wilayah Kalimantan selama 11 bulan di tahun ini tercatat sebanyak 1.662.660 ton.

“Sementara total penjualan di wilayah Kalimantan pada 2017 sebanyak 1.553.857 ton,” kata Sigit di sela kegiatan kunjungan ke pabrik pengepakan (packing plant) milik PT Semen Indonesia di Banjarmasin.

Dari keseluruhan penjualan itu, kontribusi terbesar dari Provinsi Kalimantan Timur dengan jumlah 520.696 ton, disusul Kalimantan Tengah dengan 365.617 ton, Kalimantan Barat 317.798 ton, Kalimantan Selatan 305.462 ton, dan Kalimantan Utara 113.086 ton.

“Penjualan di Kaltim, Kalteng dan Kalsel tumbuh positif, sementara penjualan di wilayah Kalbar dan Kaltara terjadi penurunan yang cukup lumayan,” ujar Sigit Wahono yang didampingi Kepala Biro Packing Plant Banjarmasin Silverter Tangketasik.

Menurut Sigit, Kalimantan merupakan pasar penting bagi penjualan produk PT Semen Indonesia, seiring banyaknya proyek infrastruktur yang dibangun di Pulau Borneo.

Seperti di Provinsi Kalimantan Timur, menurut catatan Antara di provinsi itu sedang ada pengerjaan proyek tol Balikpapan-Samarinda dengan panjang sekitar 99 kilometer yang konstruksinya menggunakan beton.

“Di Kalimantan, PT Semen Indonesia memiliki dua packing plant, yakni di Banjarmasin dan Balikpapan (Kaltim). Keberadaan pabrik pengepakan semen itu untuk mempercepat distribusi penjualan, sekaligus memperkuat pasar,” tambah Sigit.

Terkait pengembangan packing plant di Banjarmasin, Sigit Wahono menambahkan bahwa sampai saat ini manajemen PT Semen Indonesia masih dilakukan kajian ulang mengenai rencana penambahan kapasitas produksi.

Pekerja mengawasi pengemasan semen di packing plant Banjarmasin, Rabu (12/12/2018). (Antarajatim/DK)


Kepala Biro Packing Plant Banjarmasin Silvester Tangketasik menjelaskan, pabrik pengepakan yang dipimpinnya memiliki kapasitas produksi sekitar 1.200 ton per hari dengan kapasitas silo (penampungan semen curah) sebanyak 6.000 ton.

“Selain melayani pasar di Kalimantan Selatan, kami juga mengirim produk semen kemasan ke wilayah Kalimantan Tengah. Saat ini, pangsa pasar Semen Indonesia di Kalsel sekitar 25,6 persen,” ujarnya.

Wahyu Ramli, salah satu distributor Semen Indonesia di Banjarmasin, menambahkan bahwa produk semen milik BUMN itu masih diminati konsumen di Kalsel, meskipun ada sejumlah produk semen lain yang beredar di pasaran.

“Meskipun secara harga sedikit lebih mahal, tapi konsumen yang mengerti soal kualitas produk dipastikan pilih produk Semen Indonesia, termasuk proyek-proyek milik pemerintah,” katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar