Pelindo Ajak Hong Kong Sering Sandarkan Kapal Pesiar

id Cruise, Pelindo III, Tanjung Perak,Kapal Genting Dream

Pelindo Ajak Hong Kong Sering Sandarkan Kapal Pesiar

Arsip - Kapal pesiar Genting Dream saat akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Selasa (26/12). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Semakin besar cruise yang bisa sandar, maka semakin banyak turis asing yang datang
Surabaya (Antaranews Jatim) - Pelindo III mengajak operator kapal pesiar internasional, Genting Hong Kong, untuk sering menyadarkan kapal pesiarnya (cruise), yakni kapal Genting Dream di Indonesia, dengan mengembangkan rute Singapura-Surabaya-Celukan Bawang dan Benoa, Bali.
     
Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Kamis, mengatakan, kerja sama dengan Hong Kong ini sebagai komitmen mendukung target pemerintah mencapai 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2018.
     
"Salah satunya kami selalu proaktif berpromosi ke sejumlah operator cruise untuk meningkatkan cruise call (intensitas kunjungan kapal) dan juga membuka rute baru ke pelabuhan-pelabuhan lainnya yang menjadi gerbang laut bagi berbagai destinasi wisata di sekitarnya," katanya.
     
Ia mengatakan, kapal Genting Dream sebelumnya juga telah sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Celukan Bawang, Bali, serta menjadi salah satu cruise terbesar yang pernah sandar di pelabuhan Indonesia.
     
Pelindo III juga akan selalu melakukan berbagai terobosan layanan agar operator internasional mau memastikan kunjungan hingga enam bulan sebelum kedatangan kapal, yakni dengan memberikan prioritas sandar.
     
Selain itu juga siap memberikan bantuan untuk menjamin kelancaran embarkasi dan debarkasi penumpang hingga pendampingan pengurusan perizinan ke pemerintah setempat dan instansi terkait.
     
Ia menambahkan, Pelindo III secara internal kini juga terus memperbarui fasilitas sandar di terminal Pelabuhan Celukan Bawang untuk melayani cruise dengan panjang kapal (LOA/length overall) mencapai 342 meter, lebar 46,6 meter, dan kedalaman hingga 9,2 meter.
     
"Ini kami lakukan agar dapat bersaing dengan pelabuhan cruise lain pada industri pariwisata global, sehingga kami terus meningkatkan fasilitas pelabuhan agar dapat disandari cruise yang berkapasitas hingga lebih dari 4.000 penumpang dan kru kapal. Semakin besar cruise yang bisa sandar, maka semakin banyak turis asing yang datang sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan industri wisata di wilayah Bali utara," katanya.
     
Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan, tren ukuran cruise di masa depan akan semakin besar, salah satunya untuk mengakomodasi pertumbuhan pasar wisata cruise di Asia yang berkembang pesat.
     
Diproyeksikan pada 2019 hingga 2021 akan mulai diluncurkan global-class ships dari galangan kapal di Jerman yang berkapasitas sekitar 5.000 penumpang.
     
"Indonesia tidak ketinggalan momentum, karena Pelindo III sedang membangun Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, NTB. Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter, lebar 26 meter, dan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air) dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 triliun," katanya.
     
Kesiapan Terminal Gilimas tersebut untuk mengakomodasi sandarnya cruise berukuran mega-ship serta potensial untuk mendorong peningkatan industri pariwisata nasional. 
     
"Karena berbagai ragam destinasi pariwisata di Pulau Lombok dianggap sudah siap dan akan semakin berkembang dengan datangnya ribuan wisatawan mancanegara dengan cruise internasional. Dengan begitu multiplier effect ekonominya akan dirasakan hingga ke lapisan masyarakat setempat," katanya. (*)

Baca juga: Surabaya Makin Diminati Kapal Pesiar
Baca juga: Sering kedatangan kapal pesiar, Omzet UKM Binaan Pelindo III Naik
Baca juga: Pelindo III Akan Kembali Sambut Kapal Pesiar Genting Dream
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar