Bojonegoro Gelar Memahat Patung Meriahkan HJB Ke-341

id HUT Bojonegoro, HJB Bojonegoro, festival bengawan, geopark nasional, pawai budaya, antaranews jatim

Bojonegoro Gelar Memahat Patung Meriahkan HJB Ke-341

Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali. (Slamet Agus Sudarmojo.)

Lomba memahat patung di tebing pegunungan kapur ini pertama kali digelar. Di HJB tahun-tahun sebelum belum pernah diselenggarakan.
Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar memahat patung di tebing bekas lokasi penggalian batu kumbung di Kecamatan Baureno, untuk memeriahkan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-341, pada 28 Oktober.

"Lomba memahat patung di tebing pegunungan kapur ini pertama kali digelar. Di HJB tahun-tahun sebelum belum pernah diselenggarakan," kata Ketua Panitia HJB ke-341 Pemkab Bojonegoro Dandy Suprayitno, di Bojonegoro, Senin.

Menurut dia, kegiatan lomba memahat patung di kawasan pegunungan kapur itu dilaksanakan bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pesertanya umum, tapi dalam kegiatan itu dari ISI juga akan ikut memahat patung di kawasan setempat.

"Maksud kami kawasan itu, akan kami jadikan mirip kawasan di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali," katanya menjelaskan.

Kegiatan itu, lanjut dia, merupakan rangkaian kegiatan HJB ke-341 yang masuk pengembangan "Geopark" Nasional hamparan minyak bumi.

"Pemkab terus berusaha mencari ikon yang bisa mengangkat daerah," ucapnya menegaskan.

Selain kegiatan itu, kata dia, HJB ke-341 juga akan dilaksanakan berbagai kegiatan budaya dan seni dengan puncak acara "Grebeg Berkah Jonegaran" pada 19 Oktober.

Kegiatan yang sudah mulai dilaksanakan yaitu menulis sejarah "Bandander". Lomba menulis sejarah "Bandader" itu merupakan hasil penelusuran panitia bahwa daerahnya memiliki ikatan yang kuat dengan Kerajaan Majapahit.

Di dalam ceritera yang berkembang bahwa Raden Wijaya, juga Patih Gajahmada, pernah singgah di Desa Dander, Kecamatan Dander.

"Penulisan sejarah ini untuk menggali kemungkinan ada kisah lain yang menunjukkan cikal bakal Bojonegoro yang lebih benar," ucapnya.

Untuk "Festival Bengawan" di Bengawan Solo, lanjut dia, akan digelar 18-21 Nopember, dengan mengambil lokasi di Bengawan Solo, untuk pawai budaya pada 12-14 Oktober, "Tour De Bojonegoro" 4 Nopember, dan duta batik pada 10 Nopember.

kegiatan HJB ke-341  akan ditutup dengan pergelaran seni dan budaya pada  pada 31 Desember, salah satunya pertunjukkan Wayang Thengul."Puncak acara HJB ke-341 tetap "Grebeg Berkah Jonegaran"  pada 19 Oktober," katanya.

Terkait "Festival Bengawan", kata dia, masih menyesuaikan dengan kondisi debit air bengaan Solo. Kalau pada waktu pelaksanaan debit air sungai terpanjang di Jawa itu mencukupi maka parade perahu hias digelar mulai Bendung Gerak di Kecamatan Kalitidu, sampai di Taman Bengawan Solo (TBS) di Kecamatan Kota.

"Kalau debit air Bengawan Solo kurang pelaksanaan parade perahu cukup digelar di TBS dan sekitarnya," ucapnya menambahkan.

Lainnya, pawai budaya pada 12-14 Oktober, "Tour De Bojonegoro" 4 Nopember, duta batik pada 10 Nopember, dan akan ditutup dengan pergelaran seni pada akhir tahun pada 31 Desember dengan menggelar, di antaranya, pertunjukkan Wayang Thengul. . (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar