Polda Jatim Bentuk Satgas Antiteror

id polda jatim, asian games 2018,bom pasuruan,satgas antiteror

Polda Jatim Bentuk Satgas Antiteror

Ilustrasi - Petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7). Ledakan yang diduga berasal dari ransel yang berisi bom tersebut melukai seorang anak berusia enam tahun. Antara Jatim/Umarul Faruq/mas/18.

Tujuan utama dari dibentuknya satgas ini, yakni untuk membangkitkan kebiasaan masyarakat agar lebih waspada. Agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar karena beberapa TKP bom atau domisili pelaku bom yang lalu itu kan di perumahan yang ramai
Surabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Daerah Jawa Timur membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antiteror untuk mendeteksi dan mengantisipasi agar terorisme tak lagi marak di wilayah itu.

"Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin sudah bentuk tim Antoteror Polda yang diambil dari satuan kerja sebanyak 25 orang dan di bawah Kapolda secara langsung," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Selasa.

Pembentukan Satgas Antiteror itu kata Barung, selain untuk mengantisipasi adanya aksi teror seperti yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu, juga untuk memastikan keamanan menjelang perhelatan Asian Games 2018.

"Dalam Asian Games, ini tanggungjawab kita semua. Walaupun pelaksanaannya di Jakarta-Palembang, Polda Jatim tetap mensosialisasikan dan membantu penuh terciptanya kamtibmas. Kita (Polda Jatim) bersama Polda Jateng turut menjaga keamanan guna membantu kesiapan pelaksanaan Asian Games 2018," kata Barung.

Sementara itu Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo menjelaskan Satgas Antiteror dibentuk bukan untuk melakukan penindakan namun sebagai upaya preemtif dan preventif. Penindakan tetap dilakukan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Tujuan utama dari dibentuknya satgas ini, yakni untuk membangkitkan kebiasaan masyarakat agar lebih waspada. Agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar karena beberapa TKP bom atau domisili pelaku bom yang lalu itu kan di perumahan yang ramai," kata Agung yang juga Wakil Satgas Antiteror tersebut.

Agung menceritakan dulu sempat ada "community" polisi yang menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungannya. Komunitas ini juga akan Menginformasikan kepada polisi jika ada aktivitas di lingkungannya yang mencurigakan.

Hal ini, lanjut Agung senada dengan pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin yang pernah berkata jika masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban dan keamanan Jatim.

"Seperti kata Kapolda ini ketertiban dan keamanan Jawa Timur bukan tergantung pada kekuatan aparatnya tetapi seberapa besar keinginan masyarakat itu sendiri untuk mengamankan diri," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar