Rachmat Saleh, Sang Legenda Kejujuran dari Surabaya

id Rachmat Saleh, Sang Legenda Kejujuran dari Surabaya ,Gubernur Bank Indonesia

Rachmat Saleh, Sang Legenda Kejujuran dari Surabaya

Kover Buku "Legacy Sang Legenda Kejujuran, Rachmat Saleh" - (istimewa)

Buku biografi birokrat Rachmat Saleh yang eksis di berbagai gelanggang pengabdian selama 60 tahun di Republik ini banyak manfaatnya, terutama pembaca sehingga bisa mengenal sosok yang dapat dipercaya, dan punya integritas kejujuran di atas rata-rata.
Rachmat Saleh yang lahir di Surabaya namun tetap cinta dengan tanah moyangnya di Madura adalah Gubernur Bank Indonesia selama dua periode (1973-1983) dan pernah menjabat Menteri Perdagangan pada 1983-1988.
Rachmat Saleh juga memiliki peran penting di balik berdirinya Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), kawah candradimuka bankir Indonesia.
Ketika mengucapkan kata-kata perpisahan dengan jajaran Bank Indonesia (BI) pada Maret 1983, Rachmat Saleh berpesan agar semua mempertahankan etos kerja yang sudah terbangun, loyalitas, integritas, jujur dan hidup sederhana.
Buku biografi itu berjudul "Legacy, Sang Legenda Kejujuran Rachmat Saleh" yang ditulis oleh wartawan senior Syafrizal Dahlan dan teman-temannya.
Sebagai editor buku ini adalah Iwan Qodar Himawan dan Asep Yayat. Selain itu, terdapat delapan nama untuk editor materi di mana salah satunya sudah almarhum, dan satu orang editor bahasa bernama Mariana Hasbie.
Buku ini pernah diterbitkan pada 2015 namun setelah dilakukan pemutakhiran dan diterbitkan kembali dalam edisi revisi.
Buku biografi ini diluncurkan saat puncak acara Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2018 di Padang, Sumatera Barat.
Penulis mengatakan buku ini berbeda dengan biografi pada umumnya, karena ditulis tidak berdasar penuturan tokohnya namun hanya mengandalkan kesaksian orang lain serta riset pustaka.
Buku ini berisi peran Rachmat Saleh dalam membangun sebuah sistem di Bank Sentral.
Dia berhasil mengikis habis nepotisme dengan cara menciptakan sistem dan bertindak adil. Filosofi yang diterapkan adalah jangan pernah berkonflik di tempat kerja. Sebab, dengan bersatu-padu saja, belum tentu kinerja terbaik institusi bisa diwujudkan, apalagi lagi ada friksi antara sesama karyawan dan klik-klikan (halaman xlvi).
Bahkan Agus DW Martowardojo, Gubernur BI, dalam kata sambutannya menuliskan pujian: "beliau adalah seorang yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi kepada bawahan, serta mempersiapkan putra-putri terbaik di lingkungan institusi yang dipimpinnya untuk kesinambungan kepemimpinan yang berkualitas".
Saat Rachmat Saleh menjabat Menteri Perdagangan, dialah yang mengakhiri tradisi "arisan jabatan" yakni sistem yang telah terbukti kontraproduktif bagi tumbuhnya integritas, kapabilitas, loyalitas dan profesionalisme.
Sebagai gantinya, Rachmat Saleh melakukan "lelang jabatan" untuk membuka peluang bagi siapa saja yang kompeten untuk mengisi jabatan atase perdagangan dan kepala Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC).
Masih banyak lagi isi buku yang merekam jejak dan aksi-aksi Rachmat Saleh. Salah satunya tentang perannya dalam menerobos pasar dunia, tindakan dan kebijakan yang ditempuh untuk memacu daya saing bangsa, tentang perannya dalam krisis di PT Pertamina (tahun 1975) dan masih banyak lagi.
Membaca sebuah biografi memiliki banyak keuntungan. Salah satu manfaatnya adalah pembaca bisa memahami kilas balik peristiwa masa lampau, menyelami latar belakangnya dan menyadari bahwa usaha, kerja cerdas dan kerja keras yang konsisten akan berbuah manis.
Buku ini terbagi dalam beberapa bab, didahului dengan sekapur sirih dari penulis yang merangkum tentang integritas kejujuran Rachmat Saleh dan disusul enam kata sambutan dari tokoh-tokoh nasional mulai dari tokoh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Gubernur BI, Menteri Perdagangan hingga sambutan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada bagian selanjutnya adalah prolog yang menampilkan betapa Rachmat Saleh adalah sosok yang konsisten dengan sumpah jabatannya. Selanjutnya adalah bagian Inti dari buku yang terdiri dari tujuh bab, dilanjutkan dengan epilog serta testimoni dari 16 tokoh nasional dan ditutup dengan "Bunga Rampai".
Tentu saja biografi yang bagus adalah biografi yang mampu menampilkan sosok sang tokoh secara utuh lengkap dengan sifat-sifat manusiawinya.
Tema-tema menarik yang diangkat antara lain adalah tentang sosok Rachmat Saleh sebagai orang yang mencintai hutan kota. Ini tercermin dari anak judul "Pecandu" hutan kota. (halaman lii)
Selain itu juga dibahas tema tentang perannya sebagai bapak kebangkitan pribumi, tentang keberpihakannya kepada rakyat melalui Kredit Investasi Kecil dan Kredit Modal Kerja Permanen (KIK/KMKP).
Lebih jauh juga dibahas tema tentang julukannya sebagai bapak "merger bank", dan tentang gambaran kepribadiannya yang nasionalis, jujur dan sederhana.
Secara fisik nyaris tidak ada kritik terhadap tampilan buku yang diterbitkan oleh PT Bares Maju Multimedia ini. Satu-satunya yang mengganggu adalah seolah terjadi pengulangan penulisan pada alinea pertama dan kedua (halaman xiii) yang nyaris mirip dengan di halaman xxi.
Selebihnya, buku yang cukup tebal dengan jumlah halaman 510+lxv ini memang patut dibaca semua kalangan. Kisah keteladanan dan contoh-contoh menghargai nilai kejujuran adalah permata yang patut ditiru dan terus diajarkan.
Sudah selayaknya pembaca dapat mengambil hikmah dari kisah hidup tokoh yang telah berpulang pada Minggu tanggal 11 Februari 2018 dan dimakamkan di pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Bahwa kejujuran adalah hal yang tidak bisa ditawar, memang itulah norma yang harus dipelihara. Kejujuran dan ketulusan Rachmat Saleh di samping kecerdasan intelektualnya, adalah landasan bagi dirinya untuk memangku berbagai jabatan publik.
Kejujuran dan ketulusan telah membentuk karakternya: berintegritas tinggi, sangat disiplin, kaya gagasan dan prakarsa, teguh pendirian, berjiwa pendobrak, cerdik, tangguh juga humanis (halamn xlii).
Sebuah Legacy--karya besar bermanfaat besar bagi kemaslahatan orang banyak--bukan hanya patut dibaca dan dikenang, namun bisa menggerakkan orang untuk berbuat serupa bahkan lebih baik lagi.
*) Peresensi buku adalah alumni Paramadina Graduate School of Communication

Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar