Tulungagung (Antaranews Jatim) - Sebuah kapal nelayan jenis porsein berisi 35 ABK mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di laut bebas selatan Yogyakarta dan saat ini dipandu tim SAR gabungan menepi ke arah Pelabuhan Popoh, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Kepala Basarnas Pos SAR Trenggalek Asnawi Suroso, Selasa mengatakan kapal nelayan dengan nama lambung KM Astro Sari GT 126 No847/QA tersebut saat ini masih perjalanan menuju Popoh dengan dipandu KM Aquarius yang berada di posisi koordinat terdekat dengan KM Astro Sari.
"Kapal ini baru bisa terhubung dengan personel RAPI di Jakarta pada Senin (22/1) dan diinformasikan bahwa kapal sudah mengalami masalah mesin sejak Jumat (18/1). Posisi koordinatnya saat itu di 10 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111 bujur timur (BT)," papar Asnawi dikonfirmasi melalui telepon.
Dari informasi tersebut, personel RAPI Jakarta lalu menghubungi Basarnas pusat yang kemudian diteruskan ke Basarnas Surabaya dengan mempertimbangkan arus laut yang mengarah ke timur.
"Kapal ini sebenarnya tidak mengalami mati mesin, tapi kerusakan yang membuat kecepatan mengalami `slow down` hingga kisaran 1-2 knot. Kecepatan normal kapal jenis porsein ini harusnya bisa 10-11 knot atau 10-11 mil per jam," kata Asnawi, menjelaskan.
Tindakan cepat dilakukan Basarnas Surabaya dengan memerintahkan Basarnas Pos SAR Trenggalek yang posisinya terdekat untuk melakukan tindakan pertolongan mengevakuasi KM Astro Sari yang terombang-ambing di Samudera Hindia.
"Operasi SAR mulai dilakukan kemarin (Senin, 22/1) siang sekitar pukul 12.00 WIB, setelah mendapat informasi dari Basarnas Surabaya, dengan langkah pertama `memapelkan` (menginformasikan dan mengkomunikasikan) ke seluruh potensi SAR mulai dari pesisir Pacitan hingga arah Malang," ucapnya.
Langkah keduanya, lanjut Asnawi, bersama jajaran Posmat TNI AL Prigi, Polair Prigi, Kesyahbandaran Nelayan Prigi, Pelabuhan Prigi dan nelayan sekitar mulai melakukan persiapan evakuasi menggunakan "Sea Reader" (Rigid Inflatable Boat/RIB) milik Basarnas.
"Tindakan kedaruratan ketiga yang kami lakukan adalah memantau komunikasi dengan kapal itu melalui berbagai cara, baik memanfaatkan jaringan RAPI, radio `manpag` Kodam, dan lainnya, yang penting bagaimana supaya kami bisa terus terhubung dengan kapal itu (KM Astro Sari)," katanya.
Upaya memanfaatkan jaringan komunikasi tersebut berhasil setelah tim SAR gabungan mendapat kontak dengan sejumlah kapal nelayan dan KM Aquarius menemukan keberadaan KM Astro Sari pada Senin (22/1) sore sekitar pukul 18.25 WIB pada posisi ordinat 08.59 derajat LS, 111,18 BT.
"Kami kemudian melakukan rapat koordinasi dengan seluruh unsur SAR, baik Posmat TNI AL Prigi dan Popoh, Polair Prigi, Syahbandar Prigi dan Pelabuhan (PPN) Prigi yang akhirnya menyimpulkan untuk memandu KM Astro Sari ke arah Pelabuhan Popoh," tutur Asnawi.
Pada Selasa pagi, lanjut Asnawi, KM Astro Sari yang terus dikawal KM Aquarius yang sama-sama berasal dari Jakarta sudah bergeser dan berada di 9,28 derajat LS, selatan Pelabuhan Popoh dengan jarak 60,03 mil atau sekitar 120 kilometer.
"Ini kami terus melakukan pengawalan. Hari ini dilakukan dengan pantau komunikasi melalui radio Kodam. Kami juga akan mencoba bergerak dengan perahu slerek nelayan untuk melihat kondisinya di tengah, jika cuaca mendukung," ujarnya.
Selain KM Aquarius, satu kapal nelayan lain, KM Endah Jaya Makmur juga merapat ke KM Astro Sari untuk melakukan bantuan yang sama, memandu KM Astro Sari dan memastikan selamat hingga pelabuhan Popoh.
"Dengan kecepatan mesin yang hanya 1-2 knot, diperkiarakan perjalanan untuk sampai (Pelabuhan) Popoh sekitar 30 jam estimasi baru sampai, terhitung pagi tadi. Mungkin besok baru sampai," kata Asnawi. (*)
