Danrem 083/Baladhika Jaya Malang Kolonel Inf Bangun Nawoko optimistis stok beras di tingkat bawah mencukupi dan tidak akan terjadi kelangkaan kendati kenaikan harga beras saat ini cukup tinggi.
"Dalam dua tahun terakhir kita swasembeda beras dan bahkan juga sudah mengekspor beras," katanya saat menghadiri acara Tanam Padi Serentak di Lahan Geltek BPP Desa Pancoran, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa.
Keberpihakan pemerintah terhadap petani, lanjut dia, sangat luar biasa dengan menyediakan pupuk bersubsidi dan bibit unggulan yang bersertifikasi. Dam hal ini dilakukan agar petani berdaya dan tidak hanya mendapatkan pepesan kosong.
Ia mengemukakan bahwa selama ini TNI melaksanakan pendampingan kepada petani dalam program upaya khusus (upsus) ketahanan pangan, mulai dari perencanaan, penanaman, pemupukan, pendistribusian pupuk bersubsidi sampai masa panen.
"Kami mengajak para petani untuk mencintai dan bangga terhadap profesinya. Karena profesi petani adalah profesi yang mulia dan keberadaan petani inilah yang menjadi alasan utama Indonesia kembali meraih swasembada beras di 2017," katanya.
TNI tetap berkomitmen, lanjut dia, akan menggaungkan aksi tanam padi tanpa mengenal musim, karena tanah Indonesia merupakan tanah yang subur dan makmur dan petani diminta harus yakin bahwa tanam padi yang dilakukan di musim hujan akan menuai hasil yang memuaskan.
"Kami akan meyakinkan petani bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan menuai hasil lebih baik. Jika hasil panen melimpah maka gudang-gudang Bulog tidak akan kekurangan stok beras," tuturnya. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.