Jember (Antara Jatim) - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi antardaerah untuk mengembangkan potensi yang berbeda diperlukan sikap yang saling mendukung dan melengkapi dan kemudian berkembang bersama-sama.
"Garda depan pembangunan provinsi dan nasional itu ada di daerah, di kabupaten/kota. Agar maju bareng, perlu kolaborasi. Satu kabupaten dengan kabupaten lain saling dukung," ujar Anas seusai menghadiri Rapat Koordinasi Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Jatim V di Jember, Jumat.
Baperwil Jatim V mengoordinasi pembangunan di wilayah Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Kabupaten/Kota Probolinggo.
Anas mencontohkan kolaborasi itu dalam hal pemasaran wisata bersama. "Bisa jadi wisatawan yang ingin berwisata ke Bondowoso, menginapnya di Jember. Setelah itu, beli oleh-oleh khas Banyuwangi, demikian juga sebaliknya. Kalau perlu ada kegiatan pariwisata bersama antardaerah. Jadi kita ini tidak jalan sendiri-sendiri," ujar Anas.
Di Banyuwangi, ujar Anas, kini sedang dibangun dermaga kapal pesiar di Pantai Boom yang ditargetkan rampung tahun 2018. Di lokasi yang sama juga ada dermaga kapal katamaran yang langsung menghubungkan Banyuwangi-Benoa (Bali) dan sebaliknya, sehingga bisa mempersingkat waktu wisatawan.
"Nah ini perlu dimanfaatkan bersama. Wisata di Situbondo keren karena ada Taman Nasional Baluran, di Jember ada Pantai Papuma, di Bondowoso ada Kawah Wurung dan berbatasan dengan kita di Gunung Ijen, Lumajang ada Puncak B-29, dan Probolinggo ada Bromo. Satu paket pasti dahsyat, dengan gimmick tambahan, seperti Museum Tembakau Jember, sentra tape Bondowoso, dan banyak lagi. Jadi dari daerah-daerah tersebut bisa lanjut ke Bali sebagai jantung utama wisata Indonesia," ujar Anas.
Dalam hal konektivitas juga bisa dijalin. Misalnya, rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi yang kini hadir tiga kali sehari. "Mari jadikan itu pengungkit kawasan timur Pulau Jawa ini," ujarnya.
Contoh lainnya, ujar Anas, bisa dilakukan di bidang kesehatan. Daerah yang berdekatan bisa berkoordinasi tentang fasilitas rumah sakit dengan teknologi terkini yang membutuhkan biaya besar.
"Misalnya Banyuwangi mau beli alat biar bisa pasang ring jantung, daerah lain yang dekat untuk sementara tidak perlu beli alat serupa. Bisa beli alat lain yang canggih di mana Banyuwangi tidak punya. Jadi saling support. Ini efektif karena kan anggaran di tiap daerah terbatas, sehingga perlu koordinasi prioritas mana yang dibutuhkan," ujar Anas.(*)
Pewarta: Masuki M. AstroEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.