Pemimpin muda tidak boleh berhenti pada gagasan

Surabaya (ANTARA) - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PW IKA ITS) Jawa Timur menantang 36 alumni muda keluar dari zona nyaman dan menjadi motor perubahan melalui Future Leader Program (FLP) 2026 di Surabaya.

“Pemimpin muda tidak cukup hanya memiliki gagasan. Mereka harus berani keluar dari zona nyaman, mampu membaca perubahan, membangun jejaring, dan memastikan gagasan tersebut bisa memberikan dampak,” kata Ketua Harian PW IKA ITS Jawa Timur Dr. Yoke Candra Katon, S.T., M.M., dalam keterangan di Surabaya, Senin.

Program bertema “Navigating the Future: Building Resilient, Strategic & Impactful Leaders” itu digelar pada 8-9 Agustus 2026 sebagai wadah pengembangan kepemimpinan alumni muda ITS menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat.

Yoke mengatakan peserta tidak hanya dibekali pengetahuan kepemimpinan, tetapi juga perspektif langsung dari tokoh pemerintahan, dunia usaha, riset, dan industri.

“Yang kami dorong adalah bagaimana peserta mampu mengenali kekuatan dirinya, memahami lingkungan kerja, kemudian menerjemahkan gagasan menjadi aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu pembicara utama dalam kegiatan tersebut adalah mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas yang membawakan sesi “Innovative Leadership: Leading Change, Creating Impact”.

“Pemimpin muda tidak boleh berhenti pada gagasan. Perubahan hanya nyata ketika ia dieksekusi dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Itulah kepemimpinan yang berdampak,” tegas Azwar Anas.

Selama dua hari, peserta mengikuti lima sesi kepemimpinan bersama sejumlah tokoh nasional dan profesional, antara lain Direktur Manajemen Risiko PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Boy Robyanto, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, serta Prof. Dr. Muhamad Nafik dari Satuan Tugas Hilirisasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

PW IKA ITS Jawa Timur menetapkan lima peserta terbaik, yakni Suci Amalia Putri dari PT Salam Pacific Indonesia Lines, Chrisna Adhitya Pamungkas dari PT Energi Quarto Indonesia, Muhammad Naufal Arsy Katon dari PT Harkat Insan Mulia, Brillian Pudya Suci Setianing Ayu dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Surabaya, dan Alief Hermawan dari PT XLSmart Sejahtera.

Ketua Umum PW IKA ITS Jawa Timur yang juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap FLP 2026 melahirkan pemimpin baru dari kalangan alumni ITS yang siap berkontribusi bagi Jawa Timur dan Indonesia.

Program tersebut mendapat dukungan Agrinas Jaladri, Pelindo, Petrokimia Gresik, Bank Jatim, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), dan ITS Tekno Sains.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026