Bondowoso (Antara Jatim) - Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso Suhartono mengemukakan bahwa harga singkong  saat ini Rp400 per kilogram atau turun dari harga sebelumnya Rp600 hingga Rp700 per kilogram.

"Harga singkong putih maupun yang kuning mengalami penurunan 30 hingga 40 persen harga sejak tiga bulan lalu sehingga para petani banyak yang enggan memanen tanaman singkongnya," katanya di Bondowoso, Jawa Timur, Senin.

Menurut dia, turunnya harga singkong Rp400 per kilogram terjadi sejak petani mulai memasuki masa panen (tiga bulan) diakibatkan intensitas hujan di Kota Tapai itu cukup tinggi sehingga berdampak pada kadar air singkong tinggi.

Dengan kondisi singkong yang kadar airnya tinggi, katanya, menyebabkan dalam proses pembuatan tepung dan lainnya menjadi tidak bagus dan sehingga perusahaan (pabrikan tepung) membelinya dengan harga murah.

"Kalau pemerintah kabupaten tidak bisa berbuat banyak karena singkong putih khususnya hanya dibeli serta pemasarannya ke perusahaan-perusahaan pembuatan tepung. Dan oleh karena itu sebagian petani saat ini memilih tidak memanen singkongnya," ujarnya.

Tidak hanya petani singkong yang mengeluhkan turunnya harga, lanjut Suhartono, ratusan Industri Kecil Menengah (IKM) tapai juga mengeluh, karena dengan kondisi kadar air singkong tinggi saat ini para IKM mengurangi jumlah produksi tapai.

"Ada sekitar IKM tapai di Bondowoso yang saat ini mengurangi produksi tapai, karena kalau singkong kadar airnya terlalu tinggi hanya mampu bertahan maksimal tiga hari, sedangkan kalau singkong yang akdar airnya cukup bisa bertahan hingga enam hari," tuturnya.

Ia menambahkan, setiap IKM tapai saat ini hanya memproduksi tapai sebanyak 5 kuintal singkong kuning dari sebelumnya produksi mulai 1 ton hingga 4 ton singkong per hari. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026