Kami bina dan beri pelatihan kewirausahaan sehingga tumbuh jiwa entrepreneur, sehingga diharapkan tercipta lapangan pekerjaan baru dan dengan sendirinya mengurangi pengangguran,
Probolinggo (Antarajatim) - Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendorong tiga kecamatan yang menjadi sentra tanaman kentang yakni Kecamatan Sukapura, Sumber, dan Lumbang menjadi kampung keripik kentang di kabupaten setempat.
Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Bambang Supriadi, Sabtu, mengatakan Pemkab Probolinggo gencar memberikan pelatihan-pelatihan kewirausahaan untuk mendorong terwujudnya sentra keripik kentang.
"Pelatihan itu dapat dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Disperindag Probolinggo," katanya di Probolinggo.
Menurut dia, pihaknya melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang fokus pada pembinaan manajerial dan akses permodalan, sehingga dengan manajerial yang sederhana maka pelaku UMKM dapat mencatat modal yang dimiliki, bahan baku dan pemasaran produk yang dihasilkan.
"Mayoritas pelaku UMKM masih mengabaikan faktor itu karena mereka masih berkutat pada produksi dan jualan saja, tanpa adanya pembukuan yang baik. Padahal dengan pencatatan yang sederhana, pertumbuhan usaha itu dapat diketahui, sehingga omzetnya dapat diketahui secara pasti," tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, hal penting lainnya yakni memotivasi masyarakat, agar mau menciptakan usaha baru dan mereka yang merintis usaha maupun yang masih ingin berusaha akan dirangkul.
"Kami bina dan beri pelatihan kewirausahaan sehingga tumbuh jiwa entrepreneur, sehingga diharapkan tercipta lapangan pekerjaan baru dan dengan sendirinya mengurangi pengangguran," katanya.
Selain pembinaan manajerial, lanjut dia, yang tidak kalah pentingnya dalam pengembangan UMKM adalah akses permodalan karena faktor modal sering membuat suatu usaha yang berprospek cerah akan jalan di tempat.
"Ketika usahanya butuh penambahan modal, maka pelaku UMKM tidak mempunyai akses permodalan dengan fasilitas yang ringan dan mereka mengambil jalan pintas dengan mengambil pinjaman uang pada rentenir," ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, Pemkab Probolinggo akan hadir memberi jalan dengan cara memfasilitasi mereka agar dapat memperoleh kucuran dana, baik itu lewat koperasi atau perbankan, tentunya dengan fasilitas bunga yang rendah.
Sementara perangkat Desa Branggah Sugiarto mengatakan desanya di Kecamatan Lumbang merupakan salah satu penghasil kentang terbesar dan pada masa panen kentang mampu menghasilkan 50 ton dari 35 petani kentang, sehingga warga setempat mengolahnya menjadi produk keripik.
"Setidaknya ada lima kelompok pembuat keripik kentang. Meskipun jumlahnya banyak, mereka menjual hasil olahan secara tradisional dan hanya membuat keripik saat ada pesanan," ujarnya.
Ia menjelaskan pemerintah desa berencana mendirikan kampung keripik kentang, sehingga bisa menjadi ciri khas yang mudah diingat oleh wisatawan, terutama bagi wisatawan yang hendak menuju Air Terjun Madakaripura.(*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026