Saya tidak pernah berkomentar, membuat pernyataan, bahkan menulis status di sosial media
Surabaya (Antara Jatim) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo menanggapi status seorang nitizen yang dinilainya bernada provokatif terhadap diri dan partainya sehingga dikhawatirkan mengganggu keamanan maupun kenyamanan di wilayahnya.

"Saya tidak pernah berkomentar, membuat pernyataan, bahkan menulis status di sosial media," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Pada sebuah akun facebook yang diunggah akun berinisial SY, ditulis "Partai Demokrat Jawa Timur siap bergerak membela FPI dan Umat Islam, jika PDIP berbuat macam !! PDIP Jangan Buat Rusuh Umat Islam di Jawa Timur".

Di akun tersebut juga disertai dua buah foto gambar Soekarwo yang juga Gubernur Jatim itu bersama mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf dan foto Soekarwo saat bersilaturahim dengan sejumlah ulama dan kiai.

Status dan foto tersebut menyebar di sejumlah grup media sosial sehingga menjadi viral di kalangan masyarakat Jatim.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, menegaskan membantah keras bahwa dirinya pernah memberikan statemen yang membela FPI dan menghadang PDIP.

"Sebagai Gubernur dan Ketua Partai Demokrat Jatim, saya mengharapkan jangan sampai ada kelompok berkonflik di Jatim. Saya mengambil jalan tengah, sehingga Jatim tetap aman dan nyaman," ucapnya.

Menurut dia, segala sesuatu itu hendaknya diputuskan secara musyawarah dan mufakat karena silaturahim menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang seharusnya dipelihara dengan baik.

Tak itu saja, lanjut dia, ruang publik untuk dialog jangan dipersempit bukan hanya seremonial, tetapi juga subtansi.

"Tidak ada faksi partai politik di Jatim sebab yang ada adalah faksi Jatim," kata orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim tersebut. (*)
Video oleh : Fiqih A


Pewarta: Fiqih Arfani
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026