Kegiatan mahasiswa di luar akademis seperti halnya Diklat Mapala, Diklat Menwa, maupun lainnya sering luput dari pengontrolan pihak kampus.
Surabaya (Antara Jatim) - Universitas Arilangga Surabaya berniat mengevaluasi program pendidikan dan pelatihan mahasiswa di luar akademis.

Rektor Unair Prof M Nasih di Surabaya, Jumat mengatakan hal tersebut dilakukan agar kasus yang terjadi seperti di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta beberapa waktu lalu tidak terjadi di Unair.  

"Kegiatan mahasiswa di luar akademis seperti halnya Diklat Mapala, Diklat Menwa, maupun lainnya sering luput dari pengontrolan pihak kampus," katanya.

Dikatakannya, pelibatan pihak luar dalam diklat atau kegiatan lainnya menjadikan kasus kekerasan hingga berujung meninggal dunianya mahasiswa masih sering dijumpai di lingkungan kampus.

Unair, lanjutnya, lebih mengedepankan verifikasi awal sebelum kegiatan luar kampus dilaksanakan. "Jika apa yang dilakukan dapat dikatakan membahayakan mahasiswa, maka civitas berhak melakukan penolakan," katanya.

Selain itu, kata dia Unair juga melibatkan dosen dalam melakukan pembinaan untuk kegiatan ekstra kampus. Menurutnya hal ini dirasa perlu untuk melakukan pengontrolan.

"Masing-masing unit kegiatan mahasiswa (UKM)) kan ada pembinanya, mereka punya tugas dan tanggung jawab penuh, jika ada kegiatan di luar, para pembina ini mesti melakukan proses pengendalian. Sekarang pembina dari segala kegiatan dosen, tidak ada dari eksternal," ujar M Nasih.

Sementara disinggung adanya kegiatan perpeloncoan untuk  mahasiswa baru, Nasih menampik hal itu. Dia menegaskan di Unair kegiatan semacam itu tidak dilakukan.

"Tidak boleh ada kegiatan di luar dari kegiatan yang sudah dirancang. Untuk perpeloncoan kami tegas tidak memperbolehkan," kata Nasih.

Ia menjelaskan Unair menekankan pada jiwa kepimpinan dan wawasan kebangsaan serta  pengenalan kampus untuk mahasiswa baru tetap menjadi prioritas utama berdasarkan prinsip kelaziman dalam dunia pendidikan. (*)


Pewarta: willy irawan
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026