"Setelah itu secara bertahap produksinya juga akan terus naik, hingga mencapai 165 ribu barel per hari, pertengahan Januari," katanya, menegaskan.
Bojonegoro (Antara Jatim) - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menaikkan produksi minyak lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dari sekitar 95 ribu barel per hari, secara bertahap menjadi sekitar 130 ribu barel per hari.
Direktur PT Asri Dharma Sejahtara (ADS), BUMD Pemkab Bojonegoro Ganesha Asykari, yang mengelola penyertaan modal minyak Blok Cepu, menjelaskan kenaikan produksi minyak Blok Cepu itu, dilakukan bertahap hingga akhir Desember.
"Produksinya sekarang sudah di atas 95 ribu barel per hari, per 17 Desember," katanya, menegaskan.
Ia mengharapkan target produksi sekitar 130 ribu barel per hari, bisa direalisasikan akhir 2015.
"Setelah itu secara bertahap produksinya juga akan terus naik, hingga mencapai 165 ribu barel per hari, pertengahan Januari," katanya, menegaskan.
Sesuai laporan EMCL, lanjutnya, meningkatnya produksi minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, secara bertahap bisa dilakukan setelah dimulainya produksi dari "central processing facility" (CPF).
Di Lapangan Banyu Urip terdapat 45 sumur yang berproduksi dari tiga tapak sumur, satu fasilitas pemrosesan pusat, jalur pipa darat/lepas pantai sepanjang 95 km. Selain itu, juga satu kapal tangki penyimpanan dan alir muat serta fasilitas bongkar-muat kapal di Laut Jawa.
Diharapkan lapangan Banyu Urip menghasilkan 450 juta barrel minyak selama masa operasi proyek.
ExxonMobil yang bermitra dengan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Badan Kerjasama Blok Cepu (BKS) memulai produksi dari Banyu Urip sejak akhir 2008.
Lapangan Banyu Urip merupakan proyek minyak terbesar di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir, dan pada puncak produksinya akan menghasilkan sekitar 20 persen dari target produksi minyak nasional 2016.
“Proyek ini mencerminkan keahlian manajemen proyek yang melibatkan semua pihak termasuk SKK Migas, ExxonMobil, pemerintah kabupaten (pemkab), para pemasok, dan badan-badan usaha lokal yang masing-masing telah menunjukkan kapabilitasnya,” tutur "Project Executive EMCL Dan Wieczyinski, menambahkan.
Lapangan Banyu Urip dibangun lima konsorsium kontraktor EPC yang dipimpin oleh perusahaan nasional, dan mempekerjakan 17.000 pekerja lokal dan nasional pada titik puncak kegiatannya, atau 95 persen dari keseluruhan tenaga kerja proyek.
Pembangunan fasilitas produksi Banyu Urip melibatkan lebih dari 460 subkontraktor Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas nasional. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026