Kerusakannya cukup bervariasi, ada yang sobek, tintanya meluber, hingga gambar calon bupati dan wakilnya yang tidak kelihatan jelas di kertas suara,
Gresik, (Antara Jatim) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menemukan
sedikitnya 2.100 surat suara pilkada di wilayah itu yang rusak dari
hasil penyortiran tim dan anggota KPU usai diterima dari percetakan.
"Kerusakannya cukup bervariasi, ada yang sobek, tintanya meluber, hingga gambar calon bupati dan wakilnya yang tidak kelihatan jelas di kertas suara," ucap komisioner Divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik KPU Gresik Elvita Yuliati di Gresik, Kamis.
Elvita menjelaskan, KPU Gresik akan menuntut percetakan pemenang tender untuk mencetak ulang surat suara yang rusak, sesuai dengan perjanjian awal dan tanggung jawab dari pihak percetakan.
Sedangkan ribuan surat suara yang rusak, Elvita mengaku, sesuai mekanisme akan dimusnahkan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pilkada.
"Saat ini masih terus berlangsung penyortiran surat suara, dan kerusakan kemungkinan akan ditemukan kembali, dan akan terus kami data total surat suara yang rusak," katanya.
Ia menjelaskan, total surat suara yang saat ini diterima KPU Gresik mencapai 945.543 lembar, ditambah sebanyak 2 ribu lembar untuk menghadapi coblosan ulang.
"Semua kami sortir untuk mengetahui kerusakan yang ada. Kemudian kami koordinasikan dengan percetakan," ucapnya.
Pelaksanaan Pilkada Gresik diikuti tiga pasangan calon, yakni nomor urut satu Sambari Halim Radianto dan Mohammad Qosim yang diusung PKB dan Partai Demokrat.
Nomor urut dua Husnul Khuluq dan Ahmad Rubaie yang diusung koalisi PDIP, PAN dan Partai Gerindra, serta nomor urut tiga Ahmad Nur Hamim-Junaidi yang diusung Partai Golkar.
Untuk jumlah pemilih di Kabupaten Gresik pada pelaksanaan pilkada yang akan berlangsung 9 Desember 2015 tercatat sesuai dengan DPT mencapai 921.440 orang.(*)
"Kerusakannya cukup bervariasi, ada yang sobek, tintanya meluber, hingga gambar calon bupati dan wakilnya yang tidak kelihatan jelas di kertas suara," ucap komisioner Divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik KPU Gresik Elvita Yuliati di Gresik, Kamis.
Elvita menjelaskan, KPU Gresik akan menuntut percetakan pemenang tender untuk mencetak ulang surat suara yang rusak, sesuai dengan perjanjian awal dan tanggung jawab dari pihak percetakan.
Sedangkan ribuan surat suara yang rusak, Elvita mengaku, sesuai mekanisme akan dimusnahkan agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pilkada.
"Saat ini masih terus berlangsung penyortiran surat suara, dan kerusakan kemungkinan akan ditemukan kembali, dan akan terus kami data total surat suara yang rusak," katanya.
Ia menjelaskan, total surat suara yang saat ini diterima KPU Gresik mencapai 945.543 lembar, ditambah sebanyak 2 ribu lembar untuk menghadapi coblosan ulang.
"Semua kami sortir untuk mengetahui kerusakan yang ada. Kemudian kami koordinasikan dengan percetakan," ucapnya.
Pelaksanaan Pilkada Gresik diikuti tiga pasangan calon, yakni nomor urut satu Sambari Halim Radianto dan Mohammad Qosim yang diusung PKB dan Partai Demokrat.
Nomor urut dua Husnul Khuluq dan Ahmad Rubaie yang diusung koalisi PDIP, PAN dan Partai Gerindra, serta nomor urut tiga Ahmad Nur Hamim-Junaidi yang diusung Partai Golkar.
Untuk jumlah pemilih di Kabupaten Gresik pada pelaksanaan pilkada yang akan berlangsung 9 Desember 2015 tercatat sesuai dengan DPT mencapai 921.440 orang.(*)
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.