Sumenep (Antara Jatim) - Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sumenep optimistis stok daging sapi di daerah tersebut aman dan selanjutnya aktivitas pedagang komoditas tersebut akan berjalan normal.

"Kami meyakini aktivitas pedagang daging sapi di Sumenep tidak akan terpengaruh dengan aksi mogok berjualan yang dilakukan pedagang di luar daerah, karena di Sumenep khususnya dan di Pulau Madura pada umumnya tidak beredar daging sapi dari luar daerah termasuk daging sapi impor," kata Kepala Disnak Sumenep, Arif Rusdi di Sumenep, Jawa Timur, Senin.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Pulau Madura sebagai kawasan pemurnian plasma nutfah sapi lokal dan selanjutnya sapi luar Madura tidak boleh masuk ke Madura.

"Konsekuensinya, daging sapi dari luar Madura termasuk daging sapi impor tidak boleh beredar di pasar Madura," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Sumenep merupakan daerah yang memiliki populasi sapi terbanyak di Indonesia, yakni 351.667 ekor, dan selanjutnya mampu memasok kebutuhan daging sapi.

"Kami memiliki lima unit pelaksana teknis (UPT) dan lima rumah potong hewan (RPH). Sesuai laporan dari staf kami di lima UPT dan RPH itu, aktivitas pemotongan sapi hingga Senin ini berjalan normal," tuturnya.

Rusdi juga mengemukakan, kondisi di Sumenep berbeda dengan Jakarta dan kota besar lainnya yang memang memungkinkan peredaran daging sapi impor.

Sementara pimpinan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep menyatakan aktivitas para pedagang daging sapi di Pasar Anom Baru pada Senin ini berjalan normal.

"Sesuai hasil pengecekan yang dilakukan staf kami pada Senin ini, para pedagang daging sapi di Pasar Anom Baru di Kecamatan Kota yang merupakan pasar induk di Sumenep tetap berjualan sebagaimana mestinya," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sumenep, R Heni Yulianto.

Ia menjelaskan, sesuai hasil pemantauan yang dilakukan stafnya, harga daging sapi tidak mengalami perubahan dibanding pertengahan dan akhir pekan lalu, yakni Rp110 ribu/kilogram. (*)

Pewarta: Slamet Hidayat
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026