Surabaya (Antara Jatim) - Dua pejabat utama Polda Jatim yakni Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Pol Andi Loedianto dan Inspektorat Pengawasan Daerah(Irwasda) Kombes Pol Aan Iskandar diganti. "Itu mutasi rutin dari Mabes Polri, kebetulan Polda Jatim ada dua pamen yang ikut pindah tugas ke Mabes Polri," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono di Surabaya, Senin. Menurut dia, mutasi jajaran Polda Jatim itu berdasarkan STR 386 tertanggal 20 Februari 2015, yakni kedua pejabat utama Polda Jatim itu akan berpindah tugas ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Untuk jabatan Direktur Reserse Narkoba dan Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) di Polda Jatim masih kosong atau belum terisi. Kedua pejabat utama itu memiliki cukup banyak prestasi selama menjabat di Polda Jatim, bahkan Kombes Pol Andi Loedianto selama menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim telah membekuk 13 bandar narkoba pada tahun 2014 atau meningkat 325 persen dibandingkan dengan tahun 2013 yang hanya empat bandar narkoba. Selain itu, Polda Jatim juga telah menggagalkan pengiriman ganja Aceh ke Madura, menggerebek "pabrik" sabu-sabu di Sidoarjo, membongkar "home industry" arak di Tuban, dan sebagainya. Sebelumnya, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono telah berpindah tugas menjadi Kabagops Polrestabes Surabaya sesuai STR Nomor ST/378/II/2015 tertanggal 16 Februari 2015. Kabagops Polrestabes Surabaya semula dijabat oleh AKBP Puji Harri Sindu Nugroho yang berasal dari Kabagbinsopnal Ditlantas Polda Jatim, lalu diserahkan kepada AKBP Raydian Kokrosono. Dalam TR itu, posisi AKBP Raydian Kokrosono sebagai Kasat Lantas Polrestabes Surabaya digantikan oleh AKBP Made Agus yang sebelumnya berdinas di Biro SDM Polda Jatim. "Ya, ada perubahan Kasat Lantas dan Kabag Ops Polrestabes Surabaya, tapi hal itu merupakan mutasi rutin," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Verdianto B. Selama menjabat sebagai orang nomer satu di jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono menorehkan prestasi cukup banyak, di antaranya program Save Our Student, program mobil pengaduan serta beberapa program lainnya. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026