Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 313 siswa Kelompok Bermain (KB/PG), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) Gloria-1 Surabaya merayakan Tahun Baru Imlek 2566 Kongzili di gereja dalam kompleks sekolah setempat, Rabu. Dalam acara itu, puluhan siswa dan guru/suster pun tampil dalam nyanyian, tarian, musik guzheng (kecapi Tiongkok), dan drama yang menggunakan Bahasa Mandarin. Ada belasan siswa SD Gloria-1 yang menampilkan Tarian Kipas dan Tarian Xin Nian Kuai Le dengan mengenakan pakaian cheongsam. Tak mau ketinggalan, delapan guru/suster menampilkan Tarian Payung, bahkan guru Mandarin menampilkan permainan alat musik tradisional "guzheng" (kecapi Tiongkok). "Senang sekali, bagus. Imlek itu perayaan China. Saya dan papa-mama juga merayakan Imlek di gereja," ucap siswa kelas 1 SD Gloria-1, Yon Abraham Suryajaya. Di sela-sela acara yang juga disaksikan sejumlah wali murid itu, Kepala KB-TK-SD Gloria-1 Surabaya, Liem Tien, mengatakan pihaknya merayakan Imlek untuk melestarikan tradisi Tiongkok sejak usia dini. "Tapi, kita ajarkan kepada anak-anak bahwa bukan materi atau angpao yang penting dalam Imlek itu. Yang penting itu Tuhan," katanya. Oleh karena itu, ia mengharapkan mereka menjadi anak-anak Tuhan yakni anak yang berterima kasih kepada Tuhan, berterima kasih kepada orang tua, dan masyarakat. Imlek 2566 di TK-SD Gloria-1 itu juga dimeriahkan dengan drama berbahasa Mandarin yang menceritakan seorang petani wortel yang sedang mencabut wortel untuk dipanen. Namun, usaha petani itu gagal, lalu ia meminta bantuan keluarganya dan tetap gagal, akhirnya ia meminta bantuan tetangga hingga berhasil mencabut wortel besar itu. "Drama itu mengajarkan bahwa Imlek itu penting untuk diperingati dengan saling bekerja sama dalam beribadah dan bekerja," katanya. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026