Madiun (Antara Jatim) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat laju inflasi di kota setempat pada bulan November tahun 2014 mencapai 1,51 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 114,32. Kasie Statistik Distribusi BPS Kota Madiun, Sri Marheningrum, Sabtu, mengatakan inflasi di Kota Madiun terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh peningkatan indeks beberapa kelompok pengeluaran. "Di antaranya, kelompok bahan makanan sebesar 2,66 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,79 persen; dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,48 persen," ujar Sri Marheningrum. Selain itu juga peningkatan indeks kelompok kesehatan 0,22 persen serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 4,16 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga tidak mengalami perubahan indeks dan kelompok sandang menurun -0,21 persen. Menurut dia, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada November 2014 dan mempengaruhi inflasi antara lain bensin, cabai rawit, angkutan antarkota, tarif listrik, dan cabai merah. "Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain kol putih, kobis, emas perhiasan, daging ayam kampung, kacang panjang, dan kangkung," katanya. (*)
Berita Terkait
BPS catat inflasi Kota Madiun di November capai 0,18 persen
6 Desember 2022 19:39
Inflasi Bulan November di Kota Madiun Capai 0,10 Persen
4 Desember 2017 16:53
Polresta Malang catat angka kecelakaan turun 4,07 persen pada 2025
1 Januari 2026 17:30
Penyeberangan lintas Bali-Jawa jelang tahun baru meningkat 6,4 persen
31 Desember 2025 22:40
Kemenperin dorong kontribusi manufaktur 18,56 persen ke PDB 2026
31 Desember 2025 18:37
UMK Ponorogo tahun 2026 naik 6,11 persen
30 Desember 2025 22:40
Daop 9 Jember catat pertumbuhan penumpang 13 persen saat Nataru
29 Desember 2025 15:16
