Camilan “tempo doeloe” yang terbuat dari ubi jalar ini cukup populer di kalangan anak-anak. Camilan yang rasanya manis dan gurih ini harganya nisbi murah, sehingga pas untuk uang saku anak-anak jajan di sekolah. Sebenarnya camilan yang satu ini banyak ditemukan di sejumlah toko makanan atau pusat oleh-oleh khas Jawa Timur, tapi kadang-kadang ada yang rasanya terlalu manis, bahkan cenderung keras. Sementara rasa yang pas adalah renyah dan gurih. Saat berwisata ke Puncak Trawas, daerah Prigen, banyak dijumpai pedagang yang menawarkan beraneka macam jenis buah2an, mulai dari pisang, pepaya, sirsak dan yang paling banyak adalah ubi jalar yang biasa disebut ubi madu. Di antara banyak macam buah tangan bagi pengunjung obyek wisata pegunungan itu terdapat penganan ringan yang banyak diminati wisatawan, yakni carang mas yang berbahan baku ubi jalar. Bahkan, menurut Farida, salah seorang mahasiswa Unesa yang sedang berwisata ke Trawas, camilan yang bentuknya mirip sarang burung itu pernah ia ajarkan kepada masyarakat saat ia menjalani pengabdian masyarakat atau dulu dikenal dengan KKN (kuliah kerja nyata). "Saya sengaja belajar ke 'ahlinya',agar tidak salah saat dipraktikkan di hadapan orang banyak," kata Farida yang sekarang menjadi guru di salah satu SMA swasta di Surabaya. Ia menuturkan bahwa cara membuat camilan carang ma situ tidak sulit, begitu pula bahan baku yang digunakan juga banyak dijumpai di pasar tradisional. Bila ingin mempraktikkan diperlukan sedikit ketelatenan, karena diperlukan gula merah yang harus iris-iris halus dan ubi jalar mentah, baik warna putih, kuing atau ungu, yang harus dipotong atau dirajang panjang-panjang seukuran korek api atau bisa juga dipasra dengan alat, tapi tetap harus diperhatikan ketipisannya, supaya renyah saat matang. Setelah ubuijalar itu dirajang halus, direndam air selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu goreng potongan ubi hingga berwarna coklat keemasan. Lalu kecilkan api masukkan gula merah dan aduk terus sampai gula meleleh dan melekat pada ubi. Angkat dan tiriskan. Jangan lupa saat adonan ditiriskan disendoki sedikit demi sedikit dan diletakkan di atas nampan yang telah dialasi kertas roti dan bentuk adonan menjadi bulatan kecil, tuturnya. "Setelah penganan itu dingin bisa disimpan dalam toples kedap udara untuk hidangan keluarga atau bekal anak-anak sekolah," ujarnya. Makanya, sempatkan beli ubi jalar saat berkunjung ke Trawas untuk bahan baku membuat Carang Mas, pesan Farida. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer

COPYRIGHT © ANTARA 2026