Surabaya (Antara Jatim) - Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur menjamin ketersediaan pasokan daging sapi di wilayah itu menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Maskur di Surabaya, Jumat mengatakan pasokan untuk komoditi seperti daging sapi dan juga daging ayam di Provinsi Jawa Timur akan aman selama Lebaran. "Untuk saat ini kondisinya masih aman dan kami menjamin ketersediakan pasokan daging tersebut tidak akan mengalami kelangkaan," katanya. Ia mengatakan, dari pantauan di lapangan ketersediaan tersebut masih aman dan dalam posisi yang stabil pada Bulan Ramadhan sampai Lebaran. "Terkait maraknya peredaran daging oplosan antara daging babi hutan dicampur daging sapi, kami tidak menemukan kasus itu terjadi di Surabaya. Meski begitu masyarakat perlu waspada saat membeli daging dan menghafal ciri perbedaan antara daging celeng dan sapi," katanya. Ia mengatakan, ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan di antaranya daging sapi warnanya lebih merah dan daging babi hutan agak kemuda-mudaan. "Dari segi tekstur, daging babi hutan lebih lentur, sangat mudah untuk dibedakan. Jadi, jangan mau kalau beli daging diberi daging yang warnanya tidak sama, kalau warnanya sudah beda itu perlu dipertanyakan," katanya. Ia mengatakan, saat ini harga daging sapi di Pasar Pucang Surabaya berkisar antara Rp90 ribu sampai dengan Rp95 ribu setiap kilogramnya. Sedangkan daging kambing Rp80 ribu hingga Rp85 ribu setiap kilogram dan daging ayam potong Rp27 ribu untuk setiap kilogramnya. "Namun harga itu dipastikan akan naik mengikuti permintaan konsumen, terutama menjelang hari H Lebaran. Biasanya kenaikan harga akan terjadi mulai H-3 Lebaran dan itu merupakan kondisi yang normal," katanya. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026