Bojonegoro (Antara Jatim) - Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, memperbaiki jalan poros kecamatan yang rusak dengan sistem paving di 29 lokasi dengan alokasi anggaran Rp14 miliar dari APBD 2014, sebagai usaha menghemat biaya dibandingkan perbaikan dengan sistem aspal.
"Perbaikan jalan dengan sistem paving sudah melalui uji kelayakan, sebab tanah di jalan poros kecamatan sangat lunak, sehingga kalau diperbaiki dengan sistem aspal akan cepat rusak," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Bojonegoro Andi Tjandra, Kamis.
Ia menjelaskan jalan poros kecamatan yang rusak di 29 lokasi itu,di antaranya, di Kecamatan Sukosewu, Kapas, Temayang, Ngasem, Kepohbaru, juga kecamatan lainnya, kalau perbaikan dengan sistem aspal akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi.
"Biayanya kalau diperbaiki dengan aspal bisa dua kali lipat. Selain juga kalau dengan aspal cepat rusak," katanya, menegaskan.
Ia menyebutkan jalan poros kecamatan yang diperbaiki dengan sistem paving, di antaranya, sepanjang 700 meter di sekitar obyek wisata api abadi Kahyangan Api di Kecamatan Ngasem dan di Kecamatan Kota dengan anggaran Rp700 juta.
"Jalan poros kecamatan lainnya besarnya biaya berkisar Rp362 juta sampai Rp662 juta/lokasi jalan poros kecamatan," jelasnya. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.