Bojonegoro (ANTARA) - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono menyebut pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, merupakan bentuk sinergi TNI dan pemkab dalam percepatan pembangunan desa setempat.

"TMMD ini bentuk kolaboratif antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan berbagai pemangku kepentingan menjadi wujud nyata sinergi dalam mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong," kata Setyo Wahono di Bojonegoro, Rabu.

Wahono saat membuka TMMD menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD ke-129 melalui alokasi anggaran sekitar Rp5,2 miliar dengan rincian untuk kegiatan fisik Rp4,7 miliar dan non fisik Rp537 juta.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta bantuan keuangan khusus kepada Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

"Program ini merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu pemerintah daerah karena tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan untuk mewujudkan desa-desa di Bojonegoro yang maju, mandiri dan sejahtera," jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan TMMD tahun ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat pembangunan dari desa melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan potensi lokal, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Seluruh personel Satgas dapat menghormati adat istiadat dan kearifan lokal selama bertugas, sementara masyarakat Desa Kesongo diharapkan dapat menjadikan para prajurit sebagai bagian dari keluarga selama pelaksanaan kegiatan berlangsung," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto menyampaikan bahwa TMMD ke-129 akan dilaksanakan selama 30 hari, mulai 15 Juli sampai 13 Agustus 2026.

Kegiatannya untuk sasaran fisik diantaranya membangun jalan cor beton di dua titik, pembangunan drainase, peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan kegiatan pendukung lainnya.

Sedangkan non fisik akan melaksanakan 22 kegiatan dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat di berbagai bidang, meskipun para personil harus beradaptasi dari berbagai satuan dan kondisi masyarakat.

"Harapannya TMMD ini mampu menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat persatuan dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026