Oleh Wira Suryantala Kuta (Antara) - Pengamat Politik Eep Saefullah Fatah mengatakan Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Joko Widodo belum tentu menang pada pemilihan presiden 2014. "Memang saat ini elektabilitas Gubernur DKI Jakarta lebih tinggi dibanding kandidat capres lainnya, namun jika PDIP salah memilih wakil maka akan kalah dibanding kandidat lainnya," katanya dalam diskusi politik di Kuta, Bali, Rabu. Menurut dia, keunggulann mantan Wali Kota Surakarta itu sebagai capres potensial pada 2014 belum berada pada posisi aman yaitu elaktabilitasnya masih kurang dari 50 persen. Dengan demikian, CEO Polmark Indonesia, lembaga survei dan konsultan politik yang menjadi salah satu tim sukses pemenangan Jokowi-Basuki pada 2012, itu menyarankan agar Joko Widodo dan PDIP tidak lengah dalam memilih pendamping pada Pilpres 2014. "Salah satu pendamping Jokowi yang potensial untuk bisa memenangkan pada Pilpres 2014 adalah Jusuf Kalla," katanya. (*)
Berita Terkait
PolMark: Persaingan Pilpres 2019 berlangsung ketat
5 Maret 2019 20:34
Eep Saefulloh dan Pesan untuk Rezim Baru
17 Oktober 2014 09:03
Central Kalimantan Needs to be Familiar with Renewable Energy: EEP
26 Juni 2013 15:20
Dasco: Prabowo undang Presiden terdahulu guna bahas situasi geopolitik
3 Maret 2026 15:41
Prabowo undang mantan presiden ke Istana, Jokowi bakal hadir
3 Maret 2026 14:14
Istana tegaskan tak ada rencana revisi UU KPK
18 Februari 2026 19:01
Rocky Gerung datangi Polda Metro Jaya untuk jadi ahli
27 Januari 2026 12:00
Prabowo dan Jokowi menjadi saksi nikah sespri Agung Surahman
18 Januari 2026 12:07
