Surabaya (Antara Jatim) - Kepala Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Umum Kustodian Sentral Efek Indonesia, Rasmi Maryda Ramyakim, menilai, sampai sekarang citra pasar modal Indonesia masih buruk karena berbagai kasus yang merugikan investor. "Apalagi, pada umumnya masyarakat tetap berpandangan bahwa berinvestasi di pasar modal adalah investasi yang tidak aman," katanya, dihubungi dari Surabaya, Kamis. Di sisi lain, ungkap dia, jika dibandingkan dengan total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 240 juta maka jumlah investor pasar modal baru mencapai sekitar 400 ribu investor di Tanah Air. "Angka tersebut hanya sekitar 0,2 persen dari total penduduk di penjuru Nusantara," ujarnya. Kondisi itu, tambah dia, merupakan salah satu tantangan bagi pasar modal untuk terus berupaya meningkatkan jumlah investor domestik pada masa mendatang. "Untuk menambah jumlah investor tersebut, kami melakukan berbagai langkah termasuk meningkatkan minat dan partisipasi kalangan akademisi," katanya. Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya mengajak mahasiswa untuk mulai berinvestasi sehingga dapat menjadi modal tersendiri bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Dari sisi nilai investasi dan aktivitas transaksi, dalam jangka pendek mungkin belum terlalu signifikan. "Akan tetapi, sebagai investor yang cukup memiliki bekal pengetahuan berinvetasi, tipe penanam modal seperti ini dalam jangka panjang akan sangat positif mendukung kekuatan investor domestik," katanya.(*)
Berita Terkait
Kamis ini IHSG dibuka menguat 11,54 poin
26 Maret 2026 09:16
Harga Antam Kamis ini stabil, "buyback" turun Rp17.000
26 Maret 2026 09:02
Harga emas Pegadaian naik, UBS Rp2,862 juta/gr dan Galeri24 Rp2,849 juta/gr
26 Maret 2026 08:12
Analis ingatkan arus dana investor sensitif akan perkembangan AS-Iran
25 Maret 2026 15:56
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Rabu pagi ini kompak turun
25 Maret 2026 09:33
Harga emas Antam pada Rabu ini naik Rp7.000 per gram
25 Maret 2026 09:33
