Oleh Natisha Andarningtyas Jakarta (Antara) - Sebanyak 10 SMK di Pulau Jawa bekerja sama untuk membuat sebuah film animasi 3-dimensi berjudul "Petualangan si Adi". Film animasi itu merupakan kerja sama Batavia Pictures dan Castle Production dengan SMKN 3 Kasihan, SMKN 5 (Yogyakarta), SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMK Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi, dengan fasilitas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Kami berikan fasilitas pengetahuan bagaimana kerja di industri animasi," kata Sukemi, staf khusus bidang komunikasi media Kemendikbud, kepada wartawan saat menghadiri pemutaran perdana film tersebut di kawasan Senayan, Rabu (16/10) sore. Masing-masing sekolah mengirim lima siswa pilihan untuk membuat animasi "Petualangan Si Adi". Bertempat di SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, selama satu tahun, lima puluh siswa itu bekerja membuat animasi di bawah bimbingan Castle Production. Bintang Rizky Utama dari SMK Bina Informatika Tangerang menceritakan pengalamannya selama satu tahun membuat animasi. Bersama sekitar tiga orang siswa lainnya, ia berada dalam tim pembuat gerakan. Bintang dari jurusan animasi itu mengaku tidak menemui kesulitan teknis berarti saat mengerjakan animasi. "Yang sulit justru menyamakan persepsi," jelasnya. Selama setahun tidak berada di kelas, ia tak lupa membawa buku-buku pelajarannya. Di sana ia belajar sendiri untuk mengejar ketinggalannya. Sinta Dewi, guru animasi di sekolah tempat Bintang menimba ilmu, mengatakan sekolah memberikan dispensasi kepada lima siswanya yang terlibat dalam pembuatan animasi "Petualangan Si Adi". Soal ujian dikirim kepada siswa melalui surat elektronik. "Pas Ujian Nasional (UN) pulang, ambil cuti selama UN. Terus, balik lagi," cerita Bintang. Ia mengikuti program itu dari kelas 2 semester dua hingga kelas 3 semester terakhir. Sinta mengaku masih belum percaya bisa melihat film animasi karya anak didiknya pada Rabu sore. Ia berharap program ini membuat bakat dari sekolah kejuruan diakui dan industri animasi Indonesia mampu menyerap mereka. Sukemi mengatakan siswa yang terlibat dalam pembuatan animasi itu berpeluang meraih beasiswa. Tidak otomatis mendapat beasiswa, siswa tersebut harus mengajukan ke Kemendikbud dan bila memenuhi persyaratan, misalnya potensi akademik, ia baru dapat memperoleh beasiswa untuk melanjutkan ke sekolah animasi. Animasi 3D "Petualangan Si Adi" mengisahkan perjuangan Adi mengumpulkam sembilan pusaka di penjuru Nusantara untuk melawan Kokar. Dalam pencarian tersebut, Adi dibantu robot B10 buatan mendiang kakeknya. (*) (Foto: liputan6.com)
Berita Terkait
Grup K-pop BTS diupayakan gelar konser di JIS
16 jam lalu
Rose Blackpink dan Huntr/x masuk nominasi BRIT Awards 2026
22 Januari 2026 12:28
Shaucha Fest 2026 di Surabaya hadirkan For Revenge dan Pamungkas
21 Januari 2026 17:25
Waspada modus penipuan logistik, berikut langkah pencegahannya
21 Januari 2026 12:56
"Sebelum Dijemput Nenek", film horor seram yang lucu
21 Januari 2026 12:06
Revalina S Temat akui kesulitan emosi di film drama religi baru
20 Januari 2026 22:15
