Beirut (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Komite Koordinasi Nasional oposisi Suriah untuk Perubahan Demokratik Rabu mengatakan pihaknya telah mengusulkan bahwa Rusia mengawasi persenjataan kimia negara yang dilanda perang itu sampai pemerintahan transisi terbentuk. "Kami telah mengusulkan untuk menempatkan senjata kimia di bawah pengawasan Rusia sampai pemerintahan transisi terbentuk," kata juru bicara kelompok itu, Haytham Manna, dalam satu wawancara dengan saluran satelit TV pan-Arab Al-Mayadeen. "Kami menyadari bahwa [Presiden AS Barack] Obama harus menemukan jalan keluar dari kebuntuan ini," kata Manna, yang mewakili oposisi moderat Suriah. Berbicara pada saluran TV yang sama, Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, mengatakan Moskow telah menyerahkan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa bukti pengguna senjata kimia di Suriah adalah pasukan pemberontak. Presiden Rusia Vladimir Putin Selasa mengatakan bahwa negaranya berencana untuk menempatkan senjata kimia Suriah di bawah kontrol internasional, dan akan layak jika Amerika Serikat dan sekutunya berjanji untuk tidak menggunakan kekerasan. Putin menambahkan bahwa Moskow berharap Suriah akan menerima pengawasan internasional atas stok senjata kimia itu dan bergabung dengan konvensi yang melarang penggunaan senjata kimia. (*)
Berita Terkait
Oposisi Bashar Tolak Usulan Rusia untuk Penyelesaian Krisis Suriah
12 November 2015 21:00
Oposisi Suriah Sambut Penghentian Pertempuran
19 Februari 2015 11:00
Suriah Bersedia Berunding dengan Oposisi
28 Desember 2014 07:25
Rusia Minta AS Bawa Oposisi Suriah ke Perundingan Perdamaian
14 Oktober 2013 21:03
Presiden Prancis: Oposisi Suriah Perlu Dukungan Lebih Lanjut
14 September 2013 10:28
Oposisi Suriah Seru Campur Tangan Negara Batat dan Arab
25 Agustus 2013 10:36
Rusia: Oposisi Suriah Halangi Konferensi Perdamaian
11 Juli 2013 03:29
Rusia akan Hadang Oposisi Suriah di PBB
29 Maret 2013 05:31
