Oleh Imam Santoso Jakarta (Antara) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan lembaganya tengah mendalami motif penyuapan kepada mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini. "Yang dapat kami sampaikan adalah penyuapan ini berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang menjadi lingkup kewenangan dari SKK Migas," kata Bambang dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu. Bambang belum dapat menjelaskan keberadaan warga negara asing dalam operasi tangkap tangan KPK terhadap Rudi dan dua tersangka lain karena tim penyidik masih melakukan pemeriksaan. "Yang jelas dituduh melakukan pemberian suap adalah S (Simon Tanjaya). Pihak swasta bernama S itu posisinya sangat tinggi," kata Bambang. Ia menjelaskan tersangka penerima suap berinisial A yang sebenarnya berinisial D (Devi Ardi) bukan pekerja di perusahaan, melainkan pelatif golf. KPK telah menetapkan status Rudi Rubiandini dan Devi Ardi sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Simon Tanjaya ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Pelaku pemberi suap, Simon Tanjaya, dari perusahaan Kernel Oil diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (*)
Berita Terkait
KPK sita uang ratusan juta saat geledah Kantor Dinas PMPTSP Madiun
23 Januari 2026 20:29
Kasus kuota haji, Mantan Menpora Dito Ariotedjo penuhi panggilan KPK
23 Januari 2026 13:41
Belajar dari kasus Maidi yang berujung OTT KPK
23 Januari 2026 13:40
KPK panggil mantan Menpora Dito Ariotedjo pada kasus kuota haji
23 Januari 2026 08:31
KPK geledah Kantor Dinas Penanaman Modal Kota Madiun
23 Januari 2026 05:47
KPK geledah rumah Kadis PMPTSP Kota Madiun terkait kasus Maidi
22 Januari 2026 22:15
Penyidik KPK geledah rumah dinas Bupati Pati
22 Januari 2026 14:55
Tim penyidik KPK geledah rumah Kadis PUPR Thariq di Kota Madiun
22 Januari 2026 14:25
