Oleh Anita Permata Dewi Madiun (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan puas atas hasil desain monorel yang nantinya akan dipergunakan untuk transportasi di wilayah Jabodetabek. "Secara fisik praktis sempurna, soal warna saja, desainnya terlalu normatif," kata Dahlan saat melakukan peninjauan fisik monorel di PT INKA, Madiun, Jawa Timur, Senin. Dia menjelaskan gerbong monorel tersebut ukurannya dua kali lipat lebih besar daripada monorel di luar negeri seperti di Bangkok (Thailand) dan Kualalumpur (Malaysia). "Satu gerbong berkapasitas 200 orang," tuturnya. Dia menambahkan untuk monorel yang akan dioperasikan di wilayah Jabodetabek diperlukan dana sebesar Rp7 triliun. Sementara untuk monorel rute Bandara Soekarno-Hatta dan monorel peti kemas di Tanjung Perak, Surabaya membutuhkan dana masing-masing sebesar Rp2,5 triliun. Besaran dana tersebut dibiayai oleh konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Adhi Karya, PT INKA, PT Jasa Marga, PT LEN Industri, PT Telkom dan PT Angkasa Pura 2. Untuk di dalam Kota Jakarta, rute monorel yang akan dioperasikan yakni untuk rute Cibubur - Cawang, Bekasi Timur - Cawang dan Cawang - Kuningan. Sementara untuk rute Bandara Soekarno Hatta, pihaknya memastikan bahwa monorel akan bisa dioperasikan dalam waktu 18 bulan setelah nota kesepahaman dilakukan. Hal ini berbeda dengan perencanaan pembangunan monorel untuk Jabodetabek karena masih membutuhkan persetujuan instansi-instansi pemerintah yang terkait.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026