Kediri (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan uji fungsi jembatan BH 613 yang berlokasi di petak antara Kras-Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, untuk mengukur kekuatan struktur jembatan tersebut.
“Tentunya keselamatan adalah hal yang utama. Melalui uji fungsi ini, diharapkan penumpang dapat lebih merasa tenang, nyaman, dan aman dalam perjalanan dari dan ke Kediri,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan dalam keterangannya di Kediri, Senin.
Dirinya menambahkan uji fungsi ini merupakan salah satu rangkaian dalam uji berkala rutin jembatan yang dilakukan oleh DJKA Kemenhub melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya bersama Balai Perawatan Perkeretaapian menggunakan lokomotif CC300 buatan INKA.
Jembatan kereta api BH 613 di petak antara Kras-Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tersebut dibangun pada Februari 2025. Uji fungsi tersebut menggunakan lokomotif CC300 buatan INKA.
Saat uji fungsi berlangsung, kelendutan dan kekuatan jembatan BH 613 diuji secara maksimal menggunakan dua lokomotif dengan berat total mencapai lebih dari 150 ton. Beban gandar ini yang akan dihitung untuk menguji kekuatan jembatan.
“Kami di DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya telah membangun ulang jembatan BH 613 ini dengan struktur yang baru sekaligus memperbaiki aliran sungai yang ada di bawahnya," katanya.
Dengan pembangunan ulang tersebut, lanjutnya, digarapkan pada saat aliran air cukup deras tidak menggenangi lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
PPK Kegiatan Jatim 2 BTP Kelas I Surabaya Lurianto Lukito menambahkan uji fungsi jembatan BH 613 petak Kras-Ngadiluwih ini menjadi salah satu poin penting dalam rangkaian pembangunan.
“Kami di DJKA selalu memastikan bahwa uji fungsi ini menjadi hal yang prinsipal mengingat struktur jembatan ini dibangun berbeda dari yang sebelumnya, sekaligus melihat apakah struktur baru ini tetap prima hingga puluhan tahun mendatang,” kata dia.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.